TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Program dari BKKBN dan BI Gorontalo ini Ajak Warga Cegah Stunting Sekaligus Lebih Sayang Rupiah

$detailB['caption'] Program LEBE GACOR resmi diluncurkan di Gorontalo sebagai upaya pencegahan stunting serta meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat (istimewa)

Upaya mencegah stunting serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat terus didorong di Gorontalo. Melalui kolaborasi Bank Indonesia, BKKBN, dan pemda, program LEBE GACOR diluncurkan. 

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Nama programnya mungkin terdengar seperti istilah di tongkrongan atau penggemar burung kicau yaitu LEBE GACOR. 

Tapi jangan salah. Di balik nama yang cukup nyentrik itu, ada agenda yang cukup serius. Yakni mencegah stunting sekaligus mengajak masyarakat lebih memahami dan menghargai uang rupiah.

Program yang punya kepanjangan Literasi Bersama – Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah ini diluncurkan di Gorontalo lewat kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, BKKBN Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Peluncurannya berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026, dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo. 

Di balik peluncuran program ini, ada satu masalah yang masih cukup serius untuk perlu diselesaikan, yaitu stunting. 

Kondisi ini bukan sekadar soal tinggi badan anak yang kurang dari rata-rata. Stunting juga bisa berdampak pada perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, bahkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Faktornya pun tidak tunggal. Mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga, kurangnya akses terhadap makanan bergizi, sanitasi yang belum memadai, sampai literasi gizi yang masih rendah.

Di sisi lain, ada juga persoalan yang mungkin terlihat sepele tapi sebenarnya penting. Bagaimana masyarakat memahami dan mengelola uang rupiah dengan bijak.

Karena itulah program LEBE GACOR mencoba menggabungkan dua hal yang sekilas berbeda, yaitu kesehatan keluarga dan literasi keuangan. 

Melalui program tersebut, keluarga penerima manfaat tidak hanya mendapatkan edukasi tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, tetapi juga bantuan nutrisi untuk mendukung pencegahan stunting.

Rencananya, program ini akan digelar secara rutin dua kali setiap bulan sepanjang tahun 2026, dengan lokasi yang berpindah-pindah agar menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Gorontalo.

Salah satu fokus penting dari program ini adalah para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Mereka akan mendapatkan pelatihan khusus berupa Training of Trainer terkait literasi Cinta Bangga Paham Rupiah dan sistem pembayaran.

Setelah itu, para penyuluh yang tersebar di desa dan kelurahan akan menjadi "perpanjangan tangan" program ini memberikan edukasi rutin kepada para orang tua tentang pencegahan stunting sekaligus pengelolaan keuangan keluarga.

Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo, Diano Tino Tandaju, menyampaikan apresiasinya kepada BI Gorontalo yang telah berkolaborasi dalam mendukung program literasi bersama melalui gerakan LEBE GACOR. 

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mencintai dan memahami penggunaan rupiah.

"Kolaborasi lintas sektor ini sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia," ujar Diano. 

Menurutnya, kerja sama dengan Bank Indonesia melalui edukasi literasi rupiah memberikan perspektif baru bagi masyarakat, khususnya dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih bijak. 

Hal ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas keluarga dan mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Di sisi lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, mengatakan bahwa setiap program kerja Bank Indonesia selalu mengedepankan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. 

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di daerah.

"Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung gerakan pencegahan stunting di Provinsi Gorontalo," tutur Bambang. 

Bambang menuturkan, melalui kerja sama tersebut Bank Indonesia berharap edukasi mengenai literasi rupiah dan pencegahan stunting dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. 

Dengan dukungan penyuluh BKKBN yang tersebar di desa dan kelurahan, program edukasi ini diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

"Kami optimis kolaborasi lintas sektor seperti ini bisa memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas di Gorontalo," tutup Bambang.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp