BI Gorontalo meraih predikat Gold di GENTING Summit 2026 melalui program LEBEGACOR. Program ini menjangkau 1.500 keluarga berisiko stunting di Gorontalo.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Urusan mencegah stunting ternyata tidak cukup hanya dengan bicara soal makanan bergizi. Pengetahuan keluarga dalam mengelola keuangan dan mengenali uang Rupiah juga ikut menjadi bagian dari edukasi yang dibawa Bank Indonesia (BI) Gorontalo melalui program LEBEGACOR.
Program yang menggabungkan literasi kesehatan keluarga dan edukasi keuangan tersebut kini mendapat pengakuan di tingkat nasional.
BI Gorontalo meraih predikat Gold sebagai Mitra Orang Tua Asuh (OTA) dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) pada GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.
Predikat Gold tersebut menjadi apresiasi atas kontribusi BI Gorontalo dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo.
Salah satu bentuk kontribusinya diwujudkan melalui program LEBEGACOR, kependekan dari Literasi Bersama – Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah.
Program ini bukan sekadar kampanye agar masyarakat mengenali uang asli dan palsu. LEBEGACOR justru mencoba mempertemukan dua urusan yang kerap berjalan sendiri-sendiri: kesehatan keluarga dan kemampuan mengelola keuangan.
Dalam pelaksanaannya, BI Gorontalo berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Materi edukasinya mencakup pencegahan stunting, pemenuhan gizi keluarga, hingga pemahaman Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Masyarakat juga diperkenalkan dengan cara mengelola keuangan secara bijak.
Program LEBEGACOR mulai dijalankan pada 10 Maret 2026 di Kabupaten Gorontalo. Sejak saat itu, kegiatannya terus berkembang hingga memasuki Jilid XII pada September 2026.
Jangkauannya pun tidak sedikit. Hingga September 2026, program tersebut telah menyentuh lebih dari 1.500 Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
Edukasi Cinta Rupiah dilakukan secara interaktif melalui penyuluhan tatap muka, diskusi, kuis, hingga praktik mengenali keaslian uang. Peserta diperkenalkan dengan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, serta prinsip 5 Jangan untuk menghindari uang palsu.
Namun, kegiatan tidak berhenti pada urusan mengenali uang. Edukasi tersebut juga disertai penyampaian materi gizi dan dukungan bantuan nutrisi bagi keluarga sasaran. Dengan begitu, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan sekaligus pentingnya pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.
Supaya edukasi tidak hanya ramai ketika kegiatan berlangsung, BI Gorontalo juga memperkuat program melalui Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh Keluarga Berencana (KB).
Sebanyak 113 penyuluh KB dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, hingga Kabupaten Bone Bolango mendapatkan pembekalan mengenai CBP Rupiah, QRIS, dan pelindungan konsumen.
Para penyuluh tersebut kemudian menjadi perpanjangan tangan BI dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga binaan BKKBN. Jaringan penyuluh yang menjangkau berbagai wilayah diharapkan membuat materi literasi keuangan dan pencegahan stunting bisa diteruskan hingga tingkat keluarga.
Raihan predikat Gold di GENTING Collaboration Summit 2026 menjadi capaian bagi BI Gorontalo dalam menjalankan program kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, sinergi edukasi kesehatan keluarga, pencegahan stunting, literasi Rupiah, dan digitalisasi sistem pembayaran diharapkan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.