Mahasiswa UIN Sultan Amai Gorontalo menggeruduk gedung rektorat. Mereka mendesak kampus mencopot dosen yang diduga melecehkan dua mahasiswi saat bimbingan serta menuntut transparansi dalam penanganan kasus tersebut.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Kalau mahasiswa sampai turun bersama-sama dari berbagai fakultas dan dua kampus, berarti ada persoalan yang tak bisa sekadar diselesaikan dengan mengirim surat, menggelar rapat, lalu berharap semuanya kembali tenang.
Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar aksi demonstrasi di gedung rektorat, Kamis, 22 Oktober 2026.
Mereka datang membawa tuntutan terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen terhadap dua mahasiswi saat proses bimbingan.
Aksi tersebut bukan hanya diikuti mahasiswa dari satu fakultas. Berdasarkan keterangan seorang peserta aksi, massa merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai fakultas yang berasal dari Kampus 1 dan 2 UIN Sultan Amai Gorontalo dan berjumlah ratusan orang.
Berdasarkan pantauan Berinti.id di lokasi, suasana demonstrasi berlangsung dengan sejumlah mahasiswa menyuarakan kemarahan mereka.
Di hadapan beberapa pejabat kampus yang menemui massa, mahasiswa berulang kali meneriakkan tuntutan agar dosen yang diduga melakukan pelecehan itu dicopot dari status dosen.
Teriakan bernada kecaman juga terdengar dari massa aksi. Mereka menunjukkan kegeraman terhadap dugaan tindakan yang mencuat di lingkungan kampus tersebut.
Bagi mahasiswa yang turun ke jalan, persoalan ini bukan cuma tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan seorang dosen. Ada pula tuntutan agar penanganan kasus berlangsung secara transparan dan tidak berhenti pada pernyataan formal dari pihak kampus.
Seorang orator menyampaikan dua aspirasi utama dalam demonstrasi tersebut. Pertama, mendesak pencopotan dosen yang diduga melakukan pelecehan. Kedua, meminta mahasiswa dilibatkan dalam pengurusan PTKS.
Mahasiswa juga mengingatkan agar proses penanganan dugaan pelecehan itu tidak dilakukan secara tertutup. Mereka khawatir penyelesaian kasus justru kehilangan transparansi jika pihak-pihak di lingkungan kampus saling melindungi.
"Jangan sampai ada kongkalikong lagi ini para dosen dalam mengusut kasus ini," ujar salah seorang orator.
Pantauan Berinti.id menunjukkan sejumlah mahasiswi turut menyampaikan aspirasi dalam aksi tersebut. Kehadiran mereka menambah suara mahasiswa yang mendesak agar dugaan pelecehan di lingkungan UIN Sultan Amai Gorontalo ditangani secara serius.
Dugaan pelecehan terhadap dua mahasiswi itu kini menjadi persoalan yang mendapat perhatian mahasiswa lintas fakultas. Mereka menuntut agar kampus mengambil langkah tegas terhadap dosen yang dilaporkan, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan secara transparan.
Hingga berita ini ditulis, aksi mahasiswa masih menjadi bentuk desakan terbuka kepada pihak rektorat. Tuntutan pencopotan dosen dan pelibatan mahasiswa menjadi dua poin yang mereka suarakan dalam demonstrasi tersebut.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.