Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Gorontalo untuk pertama kalinya dialihkan menjadi hidangan buka puasa bersama siswa. Ini diterapkan di SPPG Pentadio Barat atas permintaan pihak sekolah.
***
BERINTI.ID, Kabupaten Gorontalo - Biasanya menu MBG datang pagi-pagi dalam wujud makanan kering yang siap disantap sebelum pelajaran dimulai, kali ini ceritanya agak berbeda.
Di SPPG Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo, MBG “naik level” jadi menu buka puasa bersama.
Ceritanya bermula dari rapat evaluasi. Kepala SPPG Pentadio Barat, Anjani Eka Putri Ismail, bilang guru-guru dari SDN 17 Satap Telaga Biru dan SMPN 8 Satap Telaga Biru punya permintaan khusus.
Permintaan tersebut untuk distribusi MBG hari Jumat dan Sabtu 27-28 Februari 2026, bertepatan dengan penutupan pesantren kilat.
Mereka ingin sekalian buka puasa bareng siswa. Syaratnya satu, jangan ada makanan kering, tapi makanan basah.
"Guru-guru pesan untuk makanan basah. Jadi hari ini kami siapkan bubur ayam, sup, es buah, dan kue," kata Eka usai mendistribusikan MBG, Jumat sore, 27 Februari 2026.
Alhasil, menu MBG yang biasanya hadir di pagi hari, mendadak berubah fungsi jadi paket berbuka.
Total ada 238 porsi yang dibagikan untuk dua sekolah. 142 siswa di SDN 17 Satap Telaga Biru dan 96 siswa di SMPN 8 Satap Telaga Biru.
Konsekuensinya, dapur juga harus ikut berubah jam kerja. Kalau biasanya pengantaran mulai pukul 16.00, kali ini aktivitas dapur sudah ngebul sejak pukul 06.00 pagi demi memastikan menu basah siap santap saat azan magrib.
Biasanya cuma makanan kering. Kali ini ada bubur hangat, lengkap dengan sup, es buah, dan kue sebagai penutup.
Satu hal yang absen dalam menu MBG yang disediakan, yaitu susu. Stoknya kebetulan habis, jadi untuk hari itu tidak ikut dalam paket.
Di tempat yang sama, Kepala SMPN 8 Telaga Biru Satap, Imran Rahman, menyebut keputusan menjadikan MBG sebagai menu buka puasa adalah hasil kesepakatan bersama.
Menurut Imran, yang bikin salut bukan cuma menunya, tapi kebiasaan evaluasi dari pihak SPPG. Ia mengaku jarang mendengar ada SPPG yang rutin membuka ruang kritik.
"Kalau ada evaluasi berarti mereka membuka ruang untuk dikritisi. Itu yang kami sangat dukung," ujarnya.
Program buka puasa dengan menu MBG ini menjadi yang pertama kali dilakukan sejak program berjalan dan kebetulan bertemu dengan Ramadan.
Bagi Fazriah Abdul Ruzu, siswi SDN 17 Satap Telaga Biru, hari itu jelas bukan hari biasa. MBG yang biasanya datang dengan format “standar pagi hari”, mendadak tampil lebih niat saat magrib.
Menurutnya, menu kali ini terasa lebih komplet. Bukan cuma ada makanan basah, tapi juga tambahan bubur ayam yang sebelumnya belum pernah muncul di daftar santapan.
"Sebelumnya itu tidak ada bubur ayam, nanti ini baru ada. Dan pastinya saya senang dengan menu hari ini, sangat komplet," tutup Fazriah.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.