TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Menyusuri Identitas Lima Korban yang Tewas dalam Longsor Tambang Emas Pohuwato

$detailB['caption'] Tampak lokasi tambang emas Pohuwato yang terjadi longsor pada Rabu, 12 Agustus 2026 (istimewa)

Lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa longsor di area tambang emas di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Para korban berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Boalemo.

***

BERINTI.ID, Pohuwato — Kabar dari tambang emas di Desa Hulawa, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kali ini bukan soal berapa gram emas yang berhasil dibawa pulang. Tanah longsor membuat lima orang penambang meninggal dunia.

Kelima korban tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Boalemo. Nama-nama mereka tercatat dalam data identifikasi korban yang diterima setelah proses evakuasi.

Korban pertama adalah Andi Otoluwa, warga Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Dalam data yang diterima, Andi tercatat sebagai anggota TNI aktif yang berdinas di Disersi. Usianya belum tercantum.

Berikutnya ada Miman Ibura, berumur 23 tahun. Korban merupakan warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, itu tercatat bekerja sebagai penambang.

Kemudian Sandi Bilondatu, 24 tahun, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu. Sandi tercatat sebagai mahasiswa.

Korban keempat adalah Fikram Larange, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu. Fikram tercatat bekerja sebagai penambang, sementara usianya belum tercantum dalam data identifikasi.

Sementara korban kelima bernama Pandra Galilu, 28 tahun, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu. Pandra tercatat bekerja sebagai wiraswasta.

Dengan begitu, lima nama yang tercatat tewas dalam peristiwa longsor tambang emas tersebut adalah Andi Otoluwa, Miman Ibura, Sandi Bilondatu, Fikram Larange, dan Pandra Galilu.

Data tersebut merupakan identitas awal yang dihimpun setelah proses evakuasi. Selain lima korban meninggal, terdapat satu orang yang ditemukan dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan penanganan medis.

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Marupa Sagala mengatakan bahwa hingga hari Kamis, 13 Agustus 2026 aparat kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk membantu penanganan sekaligus memantau kondisi tambang.

"Anggota kita telah bergabung dengan masyarakat sekitar TKP untuk melaksanakan pertolongan terhadap korban yang berjumlah enam orang," kata Marupa saat dikonfirmasi di Mapolda Gorontalo, Kamis, 13 Agustus 2026.

Polisi belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai proses evakuasi maupun penyebab longsor karena penanganan di lokasi masih berlangsung.

Untuk sementara, informasi mengenai kejadian ini masih terus diperbarui seiring proses penanganan dan pendataan di lokasi.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp