Komunitas Diver Santuy Gorontalo merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan cara berbeda. Bersama Komunitas Penggerak Konservasi (KOMPAK), mereka menanam 81 bibit terumbu karang sekaligus mengibarkan dua bendera Merah Putih di bawah laut Botutonuo.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81 ternyata tak melulu soal lomba makan kerupuk, panjat pinang, atau rebutan kursi plastik. Di Desa Botutonuo, Gorontalo, semangat kemerdekaan justru dibawa menyelam ke bawah laut.
Komunitas Diver Santuy Gorontalo bersama Komunitas Penggerak Konservasi (KOMPAK) Desa Botutonuo menggelar aksi lingkungan dengan menanam 81 bibit terumbu karang sekaligus mengibarkan dua bendera Merah Putih di kawasan transplantasi terumbu karang, Minggu, 16 Agustus 2026.
Ketua Komunitas Diver Santuy Gorontalo, Hidayat Bachtiar, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirangkaikan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
"Alhamdulillah hari ini telah terlaksana kegiatan aksi lingkungan antara komunitas kami bekerja sama dengan KOMPAK," kata Hidayat.
Sebanyak 81 bibit karang ditanam sebagai simbol peringatan kemerdekaan. Namun, angka tersebut ternyata hanya sebagian kecil dari kerja konservasi yang mereka lakukan selama Agustus.
Menurut Hidayat, sepanjang bulan ini komunitasnya telah mengikat lebih dari 1.000 bibit karang untuk dipulihkan dan dikembangkan di kawasan perairan Botutonuo.
Jenis karang yang ditanam pun beragam, mulai dari Acropora branching, Acropora tabulate, hingga digitata. Bibit tersebut berasal dari karang yang sebelumnya berhasil tumbuh di lokasi transplantasi yang sudah mereka kelola sejak 2018.
Jadi, karang yang sudah tumbuh tidak dibiarkan begitu saja. Sebagian diambil untuk menjadi "stok" dan kemudian ditanam kembali di lokasi lain.
Hidayat mengatakan upaya tersebut bukan sekadar memperbanyak karang. Ada pekerjaan rumah yang lebih besar, yakni membuat masyarakat memahami bahwa terumbu karang bukan cuma ornamen cantik yang cocok dijadikan latar foto ketika menyelam.
Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai biota laut. Keberadaannya juga membantu menjaga ekosistem ikan sekaligus berfungsi sebagai pemecah gelombang alami yang dapat membantu melindungi garis pantai dari abrasi.
"Selain kampanye lingkungan, setidaknya kami memberi penyampaian kepada masyarakat sekitar bahwa pentingnya keberadaan terumbu karang," ujarnya.
Hidayat menyebut kondisi terumbu karang di kawasan tersebut sebelumnya mulai mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat jejak aktivitas penangkapan ikan yang diduga dilakukan dengan cara yang tidak ramah lingkungan.
Karena itulah kawasan tersebut kemudian dijadikan lokasi penelitian sekaligus tempat pemulihan terumbu karang.
Menariknya, meski Botutonuo dikenal sebagai kawasan wisata pantai, potensi bawah lautnya ternyata tidak kalah menarik. Terumbu karang di sekitar kawasan tersebut masih memiliki potensi untuk dikembangkan melalui program konservasi.
Dalam aksi peringatan kemerdekaan itu, sekitar 30 orang ikut terlibat. Mereka terdiri dari anggota komunitas, kelompok konservasi, serta sejumlah mahasiswa.
Dua bendera Merah Putih kemudian dikibarkan di sekitar lokasi transplantasi terumbu karang yang sebelumnya sudah ditanam.
Benderanya berada di bawah laut, karangnya tumbuh di bawah laut, sementara semangat kemerdekaannya juga ikut ditanam di sana.
Hidayat berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia ingin terumbu karang di Botutonuo dan perairan Gorontalo secara umum tetap terjaga, sehingga ekosistem laut bisa terus berkembang.
"Insya Allah semoga terumbu karanng di daerah perairan di Gorontalo ini terjaga, masyarakat mengerti akan pentingnya keberadaan terumbu karang, dan karang yang sehat, ikan melimpah," tutup Hidayat.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.