TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Misi Adhan Dambea Usir Kesepian: Sulap Kampung Cina Kota Gorontalo Jadi Pusat UMKM

$detailB['caption'] Kawasan Kampung Cina yang berlokasi di Jalan Suprapto, Kota Gorontalo sedang dipasang lampion untuk persiapan street food jilid III pada Sabtu malam mendatang (Berinti.id/Husnul Puhi)

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyiapkan konsep kawasan Pecinan di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, sebagai upaya menghidupkan kembali kawasan yang selama ini sepi pada malam hari.

***

BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Ada satu pemandangan yang sering bikin miris di banyak kota, yaitu jalan yang sebenarnya punya sejarah dan potensi, tapi begitu malam datang malah lebih sepi daripada grup WhatsApp keluarga setelah debat politik.

Nah, kondisi semacam itu rupanya juga jadi perhatian Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Jalan Jenderal Suprapto yang berada di kawasan Kota Tua atau yang selama ini dikenal sebagai Kampung Cina, bakal disulap menjadi kompleks Pecinan lengkap dengan lampion merah dan nuansa khas Tionghoa.

Kalau rencana ini berjalan mulus, warga Gorontalo tak perlu jauh-jauh ke Glodok di Jakarta atau berburu suasana Chinatown di luar negeri. Cukup datang ke Jalan Suprapto, dan suasana khas Pecinan bisa langsung dirasakan.

Ide ini muncul berbarengan dengan rencana pelaksanaan Street Food Jilid III yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo. 

Tujuannya sederhana tapi penting, membuat kawasan yang sepi menjadi hidup sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk mencari rezeki.

Saat meninjau lokasi pada Rabu, 17 Juni 2026, Adhan mengakui bahwa kawasan tersebut memang cenderung lengang saat malam hari.

"Saya lihat Jalan Suprapto ini kalau malam hari itu sepi. Oleh karenanya kita manfaatkan kompleks Kampung Cina ini. Jadi kami datangkan pelaku UMKM di sini sehingga insyaallah bisa ramai pengunjung dan hidup lagi," ujarnya.

Kalau dipikir-pikir, masuk akal juga. Sebab percuma punya kawasan bersejarah kalau setelah matahari tenggelam yang lewat cuma kendaraan. 

Lampion Merah, Barongsai, dan Kuliner

Pemerintah Kota Gorontalo tampaknya tidak setengah-setengah dalam menggarap konsep ini. Sepanjang kawasan nantinya akan dihiasi lampion merah agar identitas Pecinan terasa lebih kuat.

Tak hanya itu, pembukaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, juga akan dimeriahkan pertunjukan barongsai. 

Sejumlah pelaku UMKM dari komunitas Tionghoa turut dilibatkan untuk menambah variasi kuliner dan memperkuat nuansa Kampung Cina.

"Jadi nanti ini konsepnya memang betul-betul Kampung Cina. Nanti kita akan pasang lampion-lampion sehingga memang betul ciri khas Kampung Cina," kata Adhan.

Dengan kata lain, pemerintah ingin menciptakan pengalaman yang bukan sekadar tempat jualan makanan, melainkan juga ruang nongkrong dan wisata malam bagi warga.

Gratis Jualan, Asal Jangan Tinggalin Sampah

Kabar baiknya, para pelaku UMKM yang ingin berjualan di kawasan tersebut tidak akan dipungut biaya sepeser pun.

Pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pedagang untuk ikut meramaikan kawasan itu. Syaratnya cuma satu, setelah selesai jualan, lokasi harus dibersihkan kembali.

Adhan bahkan memberi sinyal bahwa kegiatan ini tidak hanya berlangsung saat malam Minggu. Selama masih ada penjual dan pembeli yang antusias, kawasan tersebut akan terus dibuka setiap malam.

"Silakan berjualan di sini, kami tidak akan pungut biaya. Untuk batas waktunya, selama ramai pengunjung kita akan buka terus. Ini tiap malam, bukan hanya malam Minggu saja. Pokoknya sampai penjual dan pembeli bosan," tutur Adhan.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp