Sinyal boleh susah dicari, jalan boleh bikin kaki pegal, tapi edukasi soal rupiah rupanya tak kenal kata menyerah. Bank Indonesia (BI) Gorontalo membawa program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah hingga pelosok Bone Bolango, menyasar siswa dan masyarakat yang selama ini jauh dari pusat kota.
***
BERINTI.ID, Bone Bolango — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Gorontalo memperluas edukasi CBP Rupiah ke wilayah pelosok Kabupaten Bone Bolango. Program ini menyasar siswa sekolah dan masyarakat di daerah dengan akses internet serta sinyal yang terbatas.
Deputi Kepala KPwBI Gorontalo, M. Andi Destriyan, mengatakan edukasi CBP Rupiah selama ini rutin dilakukan dengan dua kelompok sasaran utama, yakni pelajar dan masyarakat. Namun, pelaksanaannya lebih banyak berlangsung di wilayah perkotaan.
Menurut dia, kondisi tersebut mendorong BI membuat program khusus untuk menjangkau masyarakat dan siswa di wilayah yang aksesnya terbatas.
"Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah ini supaya masyarakat dan anak-anak siswa di daerah pelosok yang aksesnya terbatas juga memiliki hak dan kesempatan yang sama," kata Destriyan.
BI menggandeng komunitas 1.000 Guru untuk menjangkau sejumlah wilayah pelosok. Edukasi diberikan langsung kepada siswa di sekolah serta masyarakat setempat.
Untuk masyarakat, kegiatan dikemas melalui sejumlah aktivitas dan perlombaan agar pesan mengenai CBP Rupiah dapat diterima secara langsung.
Andi mengatakan keterbatasan akses tidak menjadi alasan untuk menghentikan edukasi tentang rupiah. Sebelum menentukan lokasi, BI terlebih dahulu memetakan wilayah yang dianggap menjadi prioritas.
"Tahun ini kami fokus di empat wilayah dulu. Untuk melakukan satu program di wilayah yang terpencil, perencanaannya membutuhkan waktu lebih lama. Bahkan ada survei terlebih dahulu untuk melihat apakah wilayah tersebut layak," ujarnya.
Salah satu lokasi edukasi adalah SD Negeri 7 Bone, Desa Ilohuuwa, Kabupaten Bone Bolango. Sekolah tersebut berada di wilayah dengan akses internet yang terbatas, bahkan belum tersedia jaringan internet.
Menurut Andi, kondisi tersebut justru menjadi alasan bagi BI untuk hadir secara langsung. Edukasi CBP Rupiah tetap dapat dilakukan meski akses jalan dan komunikasi tidak semudah di wilayah perkotaan.
"Keterbatasan akses internet dan sebagainya bukan menjadi penghalang. Edukasi rupiah tetap bisa berjalan meskipun jalannya sulit, internet belum ada, dan sinyal juga belum ada," kata dia.
BI berharap siswa dan masyarakat di wilayah pelosok memperoleh pengetahuan mengenai rupiah yang sama dengan masyarakat di daerah lain.
Andi juga mengatakan edukasi CBP Rupiah tidak hanya bertujuan mengenalkan bentuk dan ciri rupiah. Program tersebut juga mendorong masyarakat memahami fungsi rupiah dan menggunakannya secara bijak.
Tiga Pesan tentang Rupiah
Menurut Andi, konsep CBP Rupiah terdiri atas tiga pesan utama, yakni cinta, bangga, dan paham rupiah.
Cinta rupiah diwujudkan dengan mengenali dan merawat rupiah dengan baik. Sementara bangga rupiah berkaitan dengan penggunaan rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun paham rupiah diarahkan pada perilaku menggunakan uang secara bijak, termasuk menghindari perilaku boros dan membangun kebiasaan menabung.
"Harapan kami wawasan atau pengetahuan masyarakat dan siswa tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah menjadi lebih kuat," tutup Destriyan.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.