Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Suryono, mengajak insan media di Kota Gorontalo untuk memperkuat kemitraan dan menyamakan persepsi dalam penyajian informasi kepada publik.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Suasana di Kota Gorontalo tak melulu soal patroli dan laporan keamanan. Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Suryono, memilih jalur yang lebih cair yaitu silaturahmi bersama awak media, Senin malam, 19 Januari 2026.
Wartawan TV, cetak, sampai online dikumpulkan, bukan untuk jumpa pers darurat, melainkan untuk ngobrol santai tentu saja, menyamakan frekuensi.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu digelar sebagai upaya mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan media.
Tujuannya hanya satu, bagaimana informasi sampai ke publik tanpa bikin suasana makin panas. Dalam bahasa resmi kepolisian, ini disebut Harkamtibmas. Artinya, biar Kota Gorontalo tetap adem ayem.
Menurut Suryono, media bukan sekadar penonton di pinggir lapangan. Pers memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara polisi dan masyarakat, sekaligus penentu arah opini publik.
"Media itu mitra strategis kami. Harapannya, lewat pertemuan ini, teman-teman wartawan bisa terus bersinergi dengan Polri menyajikan berita yang berimbang, akurat, dan tentu saja menyejukkan," ujar Suryono.
Suryono tak menampik, di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi, peran media jadi semakin krusial.
Dirinya menyebut media bisa berfungsi sebagai cooling system, alias pendingin suasana, terutama ketika isu-isu sensitif berpotensi memantik keresahan.
Alih-alih membiarkan hoaks beredar liar, ia berharap media ikut ambil bagian dalam mengedukasi publik. Bukan cuma menyampaikan apa yang terjadi, tapi juga membantu masyarakat memahami konteksnya.
"Dengan berita yang positif dan berimbang, kita bukan cuma memberi informasi, tapi juga membangun rasa aman dan optimisme," tutur Suryono.
Silaturahmi itu ditutup dengan diskusi santai soal isu-isu terkini di wilayah hukum Polresta Gorontalo Kota.
Dalam kesempatan tersebut, Suryono menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka kepada media. Transparansi, katanya, bukan sekadar jargon, tapi kebutuhan di era serba terbuka.
Kalau sudah begitu, tugas media memang bukan cuma menulis cepat, tapi juga menulis tepat agar Kota Gorontalo tetap aman, dan pembaca tetap waras.
Admin