Tiga warga asal Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, ditemukan selamat setelah hanyut hingga perairan Desa Motinelo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Mereka sempat terombang-ambing di laut setelah perahu yang digunakan untuk pulang dari Banggai, Sulawesi Tengah, terbalik dihantam ombak dan mengalami kerusakan mesin.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo – Ada yang bilang belanja itu kadang bikin lupa waktu. Tapi tiga warga asal Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, justru mengalami pengalaman yang jauh lebih ekstrem.
Bukannya pulang membawa barang belanjaan, mereka malah hanyut hingga menyeberangi perairan dan berakhir di Desa Motinelo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026. Ketiga korban diketahui bernama Candri Awir (43), Ansar Candri (23), dan Adri Taksim (18). Mereka berangkat dari Taliabu menggunakan perahu menuju Pulau Banggai, Sulawesi Tengah, untuk berbelanja.
Perjalanan pulang yang semula berjalan biasa berubah menjadi situasi darurat ketika ombak besar menghantam perahu yang mereka tumpangi hingga terbalik. Ketiganya sempat berupaya menyelamatkan diri dengan membalikkan kembali perahu ke posisi semula.
Sayangnya, masalah belum selesai. Setelah diperiksa, mesin perahu ternyata rusak dan tidak bisa lagi dihidupkan. Tanpa tenaga penggerak, perahu mereka hanya bisa mengikuti ke mana arus laut membawa.
Arus laut kemudian menyeret mereka hingga masuk ke wilayah perairan Desa Motinelo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango. Beruntung, keberadaan mereka lebih dulu diketahui oleh nelayan setempat yang sedang melaut.
Proses penyelamatan kemudian melibatkan personel Ditpolairud Polda Gorontalo, personel Polsek Bone Raya, serta warga nelayan Desa Motinelo. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Setelah dievakuasi, ketiga korban dibawa ke Pos Polairud Marnit Kota Gorontalo untuk dimintai keterangan sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Aloe Saboe.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal aparat, insiden tersebut murni disebabkan kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak bersahabat. Polisi tidak menemukan adanya unsur tindak pidana maupun pelanggaran hukum dalam kejadian itu.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan kondisi perahu dalam keadaan layak, serta tidak memaksakan berlayar apabila gelombang sedang tinggi demi menghindari kejadian serupa.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.