Dua calon penumpang di Bandara Djalaluddin harus menghentikan rencana penerbangan mereka setelah petugas menemukan sekitar 1,3 kilogram emas di dalam koper kabin saat pemeriksaan X-ray, sehingga keduanya langsung dibawa ke ruang pemeriksaan untuk proses lebih lanjut.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau kamu pikir koper kabin cuma buat baju, charger, dan oleh-oleh, dua calon penumpang di Bandara Djalaluddin ini punya definisi lain. Mereka mencoba membawa sekitar 1,3 kilogram emas.
Kejadiannya ini pada Sabtu siang, 25 April 2026, sekitar pukul 13.40 Wita. Semua bermula dari pemeriksaan rutin di mesin X-ray di area keberangkatan.
Awalnya kedua calon penumpang itu memasukan koper mereka di mesin X-ray, kemudian mendadak berubah jadi momen tegang ketika petugas Avsec melihat isi koper mereka terdapat emas yang dibaluti plastik.
Dari hasil pemindaian, terdeteksi dua koper kabin berisi sekitar 20 keping perhiasan dan logam emas dengan berbagai ukuran.
Perlu diketahui, barang berharga itu dibawa oleh dua calon penumpang pesawat Lion Air rute Gorontalo menuju Makassar dan Jakarta.
Tak pakai lama, koper langsung diamankan. Pemeriksaan lanjutan dilakukan secara manual di ruang khusus, tentu dengan pemilik barang ikut menyaksikan, biar sama-sama jelas, ini bukan salah scan.
Dari pengakuan pemilik, total emas yang dibawa mencapai sekitar 1,3 kilogram. Rinciannya, satu koper berisi sekitar 500 gram, sementara yang satunya lagi sekitar 800 gram.
Karena mulai masuk wilayah serius, petugas bandara langsung koordinasi dengan polisi dari kawasan bandara dan Polres Gorontalo.
Pemeriksaan pun dilakukan ulang secara bersama—biar tak ada yang salah paham.
Akhirnya, seluruh barang bukti diserahkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, nasib dua penumpang tersebut kini bergantung pada proses hukum berikutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dugaan penyelundupan 1,3 kilogram emas tersebut.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.