Polda Gorontalo mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban saat menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Antusiasme mendukung tim favorit dinilai wajar, namun euforia diminta tidak berubah menjadi tindakan yang mengganggu ketertiban umum atau memicu keributan.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Piala Dunia 2026 memang punya daya magis. Begitu peluit kick-off berbunyi, ruang tamu mendadak penuh, warung kopi berubah jadi stadion mini, dan orang yang biasanya tak pernah menyentuh bola mendadak jadi pelatih dadakan.
Tapi, di balik euforia itu, Polda Gorontalo mengingatkan satu hal sederhana, yaitu silakan teriak saat tim jagoan mencetak gol, asal jangan sampai bikin orang lain ikut sengsara.
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Marupa Sagala, meminta masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban saat mengikuti nobar Piala Dunia 2026.
Menurutnya, semangat mendukung tim favorit tidak boleh berubah menjadi tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Gorontalo untuk menikmati setiap pertandingan Piala Dunia 2026 dengan penuh semangat, namun tetap mengutamakan keamanan, ketertiban, dan saling menghormati antarpendukung. Jadikan momentum ini sebagai ajang mempererat kebersamaan, bukan menimbulkan konflik," ujar Marupa.
Polda juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan konvoi yang berpotensi menghambat lalu lintas, menyalakan petasan atau kembang api sembarangan, apalagi mengonsumsi minuman keras yang bisa memicu keributan. Soalnya, kemenangan tim favorit tak akan bertambah golnya hanya karena jalanan dibuat macet atau tetangga gagal tidur.
Selain itu, para penonton nobar juga diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas saat berangkat maupun pulang dari lokasi acara.
Barang-barang berharga juga sebaiknya dijaga, dan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, masyarakat diimbau segera melapor kepada petugas.
Untuk memastikan suasana tetap kondusif, Polda Gorontalo bersama jajaran di wilayah akan melakukan patroli dan pengamanan di sejumlah lokasi nobar.
Harapannya sederhana, agar masyarakat bisa menikmati pesta sepak bola empat tahunan dengan aman, tanpa harus diakhiri drama di jalan atau keributan antarsuporter.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.