TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Ombudsman Gorontalo Awasi Kesiapan Layanan Jemaah Haji, Delapan Aspek Jadi Fokus

$detailB['caption'] Ombudsman Gorontalo saat melakukan pengawasan kamar hotel jemaah haji di Asrama Haji Kota Gorontalo (Berinti.id/Husnul Puhi)

Ombudsman Perwakilan Gorontalo mulai mengawasi kesiapan layanan jemaah haji dengan memeriksa delapan aspek utama. Ini untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan sesuai standar pelayanan publik.

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Urusan naik haji ternyata tidak cuma soal niat dan tabungan. Ada banyak hal teknis yang kalau berantakan, bisa bikin ibadah jadi kurang khusyuk. Di sinilah Ombudsman Gorontalo mulai turun tangan.

Kepala Ombudsman Gorontalo, Muslimin, bilang pengawasan ini bukan inisiatif lokal semata. Ini tugas langsung dari pusat. 

Semua embarkasi di Indonesia diminta melakukan hal yang sama yaitu mengawasi kesiapan layanan jemaah haji dari A sampai Z.

Terdapat delapan aspek yang bakal diperiksa oleh Ombudsman Gorontalo. Mulai dari pemondokan di asrama haji, pelayanan embarkasi, kesehatan, transportasi, konsumsi, akomodasi, sampai layanan pengaduan. 

Intinya, dari jemaah masuk asrama sampai siap terbang, semuanya bakal diawasi pelayanannya. 

Perlu diketahui, bahwa pengawasan Ombudsman Gorontalo itu berlangsung di Asrama Haji, Selasa pagi, 28 April 2026.

Selain itu, Ombudsman Gorontalo juga sudah mulai ancang-ancang. Mereka rencananya turun lagi pada 9 Mei 2026, saat calon jemaah mulai masuk asrama. Dua hari setelahnya, 11 Mei, mereka juga bakal standby lagi buat ngawasin proses pemberangkatan.

"Rencananya kami akan datang lagi pada 9 da n 11 Mei 2026 mendatang, saat calon jemaah haji masuk ke dalam asrama dan akan berangkat," ucap Muslimin usai pengawasan. 

Belum selesai di situ, pengawasan bahkan mau diperluas sampai ke Bandara Djalaluddin. Soalnya, kata Muslimin, ada beberapa hal yang perlu dicek langsung di bandara, termasuk soal fasilitas dan kelayakan layanan sebelum jemaah terbang.

"Kami nantinya akan berkoordinasi dengan pihak bandara atau pengelolah bandara, agar kami bisa diberikan akses. Karena ada beberapa item yang akan kami periksa terkait fasilitas yang ada di Bandara Jalaluddin," sambungnya. 

Dalam pengawasan ini ada satu kendala klasik yang didapatkan oleh Ombudsman Gorontalo yakni terkait ketersediaan personel. 

Untungnya, kata Muslimin, ini bisa diakali dengan koordinasi lintas instansi. Soalnya urusan haji memang melibatkan banyak pihak. Dari imigrasi, dinas kesehatan, bea cukai, sampai maskapai.

"Terkait kendala ini, saya rasa bisa dicover oleh pihak Kanwil Haji, karena ada berbagai macam instansi yang terlibat di sini. Mudah-mudahan bisa terakomodasi semua, bisa menambah personel, agar pelayanan pada jemaah haji kita tahun ini bisa maksimal," tutur Muslimin. 

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Haji Gorontalo, Mansyur Basir, justru menyambut pengawasan ini dengan nada positif. 

Kata Mansyur, ini pertama kalinya Ombudsman turun langsung memastikan layanan haji di Gorontalo.

Soal kesiapan, Mansyur cukup percaya diri. Ia bilang sudah 95 persen siap. Sisanya tinggal urusan teknis seperti distribusi kartu nusuk yang nanti diterima jemaah di Makassar.

"Kalau hotel, air, listrik, sampai makanan, sudah siap 100 persen," tutup Mansyur.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp