Operasi Keselamatan Otanaha 2026 resmi dimulai. Baru beberapa jam berjalan, polisi lalu lintas (Polantas) di Gorontalo sudah mendapati belasan pengendara yang kedapatan melanggar aturan. Untungnya, pagi itu belum ada tilang, hanya teguran dan nasihat agar lebih tertib di jalan.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Operasi Keselamatan Otanaha 2026 mulai digelar Ditlantas Polda Gorontalo pada Senin pagi, 2 Februari 2026.
Salah satu titik yang langsung disasar adalah Jalan Ahmad A. Wahab, Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Ruas jalan yang cukup akrab dengan lalu lalang pengendara berbagai jenis kendaraan.
Pantauan Berinti.id, sekira pukul 10.10 Wita, sejumlah personel Polantas turun langsung menggelar razia. Sasaran pemeriksaan tak pandang bulu, pengendara roda dua, bentor, mobil pribadi, hingga truk-truk besar ikut diminta menepi.
Seperti bisa ditebak, pelanggaran yang ditemukan pun tergolong klasik. Mulai dari pengendara yang enggan bersahabat dengan helm, knalpot brong yang suaranya lebih dulu datang sebelum motornya terlihat, pengemudi mobil tanpa sabuk pengaman, hingga mereka yang lupa membawa surat-surat kendaraan.
Hasilnya, ada 14 pengendara yang tercatat melanggar aturan. Mayoritas adalah pengendara sepeda motor.
Meski demikian, Polantas Gorontalo masih memilih jalan yang lebih persuasif. Tak satu pun pelanggar yang langsung ditilang.
Para pelanggar hanya diberi teguran sambil diingatkan pentingnya melengkapi surat kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, menjelaskan Operasi Keselamatan Otanaha 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Menurut Lukman, operasi ini menjadi semacam awal sebelum memasuki masa pengamanan lalu lintas menjelang Idul Fitri. Polisi ingin menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib sejak dini.
"Operasi Keselamatan Otanaha ini bertujuan untuk cipta kondisi. Jadi ketika nanti memasuki Idul Fitri, kami tidak lagi disibukkan dengan penertiban," kata Lukman.
Lukman menambahkan, operasi ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Gorontalo, termasuk menurunkan fatalitas korban meninggal dunia.
Selain itu, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga menjadi target utama.
"Tujuan akhirnya tentu menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," ujar Lukman.
Dalam pelaksanaannya, Polantas akan mengedepankan langkah preemtif, preventif, hingga represif. Meski untuk tahap awal, pendekatan persuasif masih jadi pilihan.
Soal lokasi razia, Lukman berujar, penentuan titik bersifat kondisional. Polisi akan lebih banyak hadir di wilayah yang dinilai rawan pelanggaran lalu lintas, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
Adapun dalam Operasi Keselamatan Otanaha 2026 ini, Polantas Gorontalo menetapkan 10 sasaran utama pelanggaran, yakni:
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.