Operasi Keselamatan Otanaha 2026 yang berlangsung selama 14 hari telah berakhir. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengklaim kesadaran masyarakat Gorontalo dalam tertib berlalu lintas usai operasi tersebut telah meningkat.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Biasanya operasi lalu lintas identik dengan wajah tegang pengendara dan bunyi peluit polisi yang bikin deg-degan, Operasi Keselamatan Otanaha 2026 di Gorontalo justru diklaim membawa kabar baik.
Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengatakan pelaksanaan Operasi Keselamatan Otanaha 2026 yang berlangsung sejak 1 hingga 15 Februari berjalan lancar sesuai rencana.
"Alhamdulillah operasi ini telah terlaksana dengan lancar selama 14 hari dan berakhir pada 15 Februari kemarin," kata Lukman saat dikonfirmasi, Kamis, 19 Februari 2026.
Untuk kabar baiknya dari operasi ini adalah tingkat kesadaran masyarakat Gorontalo dalam tertib berlalu lintas telah meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut tercatat dalam data dan dari hasil analisis evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo.
Lukman menjelaskan, tahun ini tercatat 10 kasus kecelakaan lalu lintas, turun dua kasus dibanding 2025 yang mencapai 12 kejadian.
Korban meninggal dunia juga turun dari lima orang pada 2025 menjadi tiga orang pada 2026. Untuk korban luka berat, tahun ini tercatat satu orang, lebih rendah dibanding tiga orang pada tahun sebelumnya.
Sementara korban luka ringan turun tipis dari 15 kasus menjadi 14 kasus.
"Berdasarkan data laka lantas ini, hasilnya cukup baik dibandingkan tahun lalu, menurun secara kuantitas dan kualitas," kata Lukman.
Bagaimana dengan Tilang?
Menurut Lukman, Operasi Keselamatan memang tidak menitikberatkan pada penindakan hukum semata. Pendekatannya lebih ke upaya preventif dan pre-emptive.
Karena itu, jumlah pelanggaran yang ditindak dengan tilang juga menurun dibanding 2025. Dari sini, Lukman menyimpulkan ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
"Bisa diambil kesimpulan bahwa kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas sudah lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," tegas Lukman.
Lebih lanjut Lukman menerangkan terkait mekanisme kegiatan dalam operasi tersebut.
Berdasarkan analisa dan evaluasi, ada tiga jenis kegiatan utama selama operasi berlangsung, yaitu pre-emptive, preventive, dan penegakan hukum.
Pertama, kegiatan pre-emptive seperti sosialisasi dan edukasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan media elektronik. Ini diklaim meningkat dari sisi kuantitas dan kualitas dibanding tahun sebelumnya.
Kedua, kegiatan preventive seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli, hingga kehadiran personel di titik rawan kecelakaan, rawan macet, dan rawan pelanggaran juga disebut lebih aktif.
"Artinya anggota cukup aktif melaksanakan kegiatan ini, sehingga hasilnya bisa dilihat dari jumlah kegiatannya cukup banyak dibandingkan Operasi Keselamatan tahun 2025," tutup Lukman.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.