Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo mencatat sembilan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama 10 hari Operasi Patuh Otanaha 2026. Angka itu naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat hanya enam kejadian.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Operasi Patuh Otanaha 2026 belum selesai. Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan dari pelaksanaan sepuluh hari pertama, yaitu angka laka lantas di Gorontalo justru mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengungkapkan bahwa selama sepuluh hari pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2026, tercatat sembilan kejadian kecelakaan lalu lintas. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencatat enam kejadian.
Artinya, ada tiga kejadian kecelakaan lebih banyak. Kabar baiknya, jumlah korban meninggal dunia belum mengalami peningkatan. Baik pada periode yang sama tahun lalu maupun tahun ini, masing-masing tercatat satu orang meninggal dunia.
Meski begitu, bukan berarti kondisi lalu lintas bisa dianggap baik-baik saja. Jumlah korban luka berat justru meningkat dari satu orang pada 2025 menjadi dua orang pada 2026. Sementara korban luka ringan bertambah dari 10 menjadi 11 orang.
"Berdasarkan data analisis dan evaluasi kecelakaan lalu lintas, baik kuantitas maupun kualitasnya, memang ada peningkatan," kata Lukman, saat dikonfirmasi Rabu, 4 November 2026.
Di tengah meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas, Ditlantas Polda Gorontalo mengaku tetap mengedepankan pendekatan edukasi dan pencegahan.
Polisi tidak semata-mata menjadikan razia sebagai ajang mengumpulkan kendaraan yang bisa ditilang.
Kegiatan preemtif dilakukan melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas, termasuk kepada anak-anak usia dini.
Sejumlah sekolah bahkan mendatangi kantor Ditlantas untuk mengenal tugas kepolisian lalu lintas. Polisi juga mendatangi sekolah-sekolah untuk menjadi pembina upacara.
Sementara itu, kegiatan preventif dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kecelakaan, kemacetan, dan pelanggaran lalu lintas.
Urusan penegakan hukum juga tetap berjalan melalui razia gabungan yang diawasi personel Propam. Namun, menurut Lukman, penindakan tidak dilakukan secara membabi buta.
"Beberapa pengendara yang melanggar masih kami berikan teguran lisan maupun tertulis. Untuk sanksi tilang kami prioritaskan bagi pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas," jelas Lukman.
Beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian polisi antara lain kendaraan angkutan barang dengan muatan berlebih atau overloading, kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga sepeda motor tanpa kelengkapan standar atau dimodifikasi untuk balap liar.
Penggunaan knalpot brong, melawan arus, menerobos larangan putar balik, serta berboncengan lebih dari satu orang juga masuk dalam daftar pelanggaran yang menjadi perhatian.
Dengan meningkatnya angka kecelakaan selama sepuluh hari pertama, pekerjaan rumah Operasi Patuh Otanaha 2026 tampaknya bukan sekadar membuat pengendara takut melihat razia.
Lebih dari itu, bagaimana memastikan masyarakat benar-benar memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan urusan menghindari polisi, melainkan menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
"Mudah-mudahan sampai dengan nanti tanggal 8 November ini ada perubahan yang signifikan, karena memang tujuan operasi patuh ini untuk mengurangi pelanggaran dan kecelakaan," tandasnya.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.