TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Panen Perdana Greenhouse Lapas Kelas IIA Gorontalo, Warga Binaan Hasilkan Selada Hingga Timun

$detailB['caption'] Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison memamerkan timun giok dan selada hasil produksi warga binaan dari Greenhouse (Berinti.id/Husnul Puhi)

Warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo memanen selada hingga timun dari greenhouse dalam panen perdana. Tanaman tersebut dipanen setelah sekitar 25 hari ditanam sebagai bagian dari program pembinaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

***

BERINTI.ID, Gorontalo — Siapa bilang kehidupan di balik jeruji hanya soal tembok tinggi, pintu besi, dan rutinitas yang itu-itu saja? Di Lapas Kelas IIA Gorontalo, warga binaan justru sedang sibuk mengurus sesuatu yang jauh lebih hijau, yaitu selada, timun giok, hingga melon golden. 

Panen perdana berlangsung di Greenhouse Lapas Kelas IIA Gorontalo. Menariknya, tanaman tersebut baru berusia sekitar 25 hari. Belum sempat terlalu lama berkenalan dengan tanah, sudah diajak masuk fase panen.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

"Ini panen perdana dari kegiatan warga binaan di dalam Lapas Gorontalo untuk menunjang ketahanan pangan," ujar Junaidi.

Greenhouse yang ukurannya disebut tidak terlalu besar itu ditanami tiga jenis tanaman, yakni selada, timun, dan melon. Hasilnya kemudian akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan makanan di dalam lapas.

Rencananya, sebagian hasil panen akan dijual kepada pihak ketiga atau vendor yang menyediakan bahan makanan bagi warga binaan. 

Junaidi menyebut sekitar seperlima hasil produksi akan masuk ke mekanisme tersebut.

Jadi, tanaman yang tumbuh di dalam lapas tidak berhenti sebagai pajangan hijau untuk mempercantik halaman. Ada nilai ekonomi yang hendak dibangun dari sana.

Dalam panen itu, Junaidi juga mengajak ibu-ibu Dharma Wanita. Bukan sekadar untuk memetik sayuran, tetapi sekaligus mendorong mereka ikut terlibat dalam kegiatan positif yang mendukung program ketahanan pangan.

Sebab, kalau urusan tanam-menanam bisa menjadi kegiatan bersama, kenapa harus berhenti di satu greenhouse?

Dari Greenhouse Menuju Agrowisata

Lapas Kelas IIA Gorontalo rupanya tidak ingin program tersebut berhenti pada panen perdana.

Junaidi mengatakan pihaknya berencana mengembangkan lahan di bagian depan lapas menjadi kawasan agrowisata. Konsepnya menggabungkan kegiatan pertanian dengan ruang wisata berbasis agro bisnis.

"Rencana kami akan memakai lahan di depan. Kami akan membuat berupa agrowisata," kata dia. 

Jika rencana tersebut terealisasi, lahan depan lapas nantinya tidak hanya menjadi ruang biasa. Sayuran dan buah-buahan akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.

Ilmu Warga Binaan Tidak Ikut Dipenjara

Yang menarik dari program ini bukan hanya soal tanaman yang bisa dipanen dalam waktu relatif singkat. Ada pengetahuan warga binaan yang ikut dimanfaatkan.

Junaidi mengatakan sejumlah warga binaan sudah memiliki pengetahuan mengenai pertanian dan ketahanan pangan sebelum menjalani pembinaan di lapas.

Pengetahuan itu kemudian dimanfaatkan untuk membantu proses pembinaan warga binaan lainnya.

"Kita memang memanfaatkan ilmu-ilmu yang dimiliki oleh warga binaan," tutur Junaidi.

Mereka yang sudah memiliki pengalaman kemudian menularkan pengetahuan tersebut kepada warga binaan lainnya. 

Harapannya, keterampilan itu tidak berhenti menjadi aktivitas selama berada di dalam lapas. Ada bekal yang bisa dibawa ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp