Puluhan personel aparat kepolisian, TNI, mahasiswa, hingga warga turun ke pesisir Pantai demi melawan sampah laut. Mereka memunguti sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai sebagai bagian dari upaya menjaga laut dari ancaman limbah domestik.
***
BERINTI.ID, Boalemo - Kalau sampah laut masih menumpuk, barangkali bukan karena lautnya yang bandel, tapi manusianya yang terlalu sering pura-pura lupa. Itulah pesan yang ingin disampaikan lewat aksi bersih-bersih pantai di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Sejak pagi, mereka menyisir pesisir pantai, mengumpulkan plastik, sisa rumah tangga, dan sampah lain yang selama ini menjadikan laut sebagai tempat pelarian terakhir. Kamis pagi, 6 Februari 2026.
Aksi ini bukan sekadar ritual bersih-bersih musiman. Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional tentang penanganan sampah laut. Intinya satu, laut jangan terus dijadikan tong sampah raksasa.
Sejumlah pihak terlibat langsung dalam kegiatan ini, antara lain personel Ditpolairud Polda Gorontalo KP.XXIX-1002 Marnit Tilamuta, TNI AL Pos Tilamuta, mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boalemo, Pemerintah Desa Pentadu Barat, Pokmaswas Sahabat Bahari Boalemo, serta Karang Taruna Bahari Desa Pentadu Barat.
Kehadiran mahasiswa dan masyarakat lokal membuat suasana gotong royong terasa lebih hidup. Tak sedikit warga pesisir yang mengapresiasi kegiatan tersebut, sembari berharap aksi serupa tak berhenti pada satu pagi saja.
Bagi penyelenggara, bersih pantai ini diharapkan bisa menjadi pengingat bersama bahwa menjaga laut bukan tugas aparat semata.
Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke laut justru dimulai dari kebiasaan paling sederhana: bertanggung jawab atas sampah sendiri.
Sebab laut yang bersih bukan cuma soal pemandangan indah, tapi juga soal masa depan—tentang ikan yang masih bisa ditangkap, pantai yang masih layak dikunjungi, dan warisan lingkungan yang tak sepenuhnya rusak untuk generasi berikutnya.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.