Pasar murah yang digelar di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo diserbu warga. Hanya cukuo membawa uang Rp95 ribu, masyarakat sudah bisa menebus paket berisi tujuh bahan pokok dapur yang disubsidi pemerintah.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Ada pemandangan agak berbeda di halaman Kantor Kejati Gorontalo. Biasanya tempat ini identik dengan urusan hukum dan berkas perkara, tapi kali ini yang terlihat justru antrean warga dengan kantong belanja.
Penyebabnya sederhana, yaitu ada pasar murah, Rabu pagi, 11 Maret 2026.
Program yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Kejati Gorontalo itu langsung diserbu warga.
Wajar saja, dengan membawa Rp95 ribu, masyarakat sudah bisa menebus paket sembako yang kalau dihitung dengan harga normal nilainya hampir Rp250 ribu.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Faizal Lamakaraka, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang disiapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang lebaran.
"Untuk pasar murah ini, pemerintah menyediakan sekitar 1.500 paket sembako yang diperuntukkan bagi warga di Kota Gorontalo dan beberapa desa di Kabupaten Bone Bolango," kata Faizal.
Faizal menjelaskan bahwa isi paketnya cukup lengkap untuk ukuran dapur rumah tangga. Ada beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, satu ekor ayam, cabai seperempat kilogram, bawang merah setengah kilogram, serta telur 10 butir.
Jika dihitung dengan harga pasar, totalnya mencapai sekitar Rp247.500. Namun karena pemerintah provinsi memberikan subsidi sekitar 62 persen, warga cukup menebusnya dengan Rp95 ribu.
Faizal berujar, cara mendapatkan paket sembako itu tidak terlalu rumit. Warga hanya perlu membawa KTP, kemudian mendaftar di loket yang disediakan panitia. Setelah data dicatat, mereka akan mendapatkan kupon yang bisa langsung ditukar dengan paket sembako.
"Masyarakat sebenarnya sudah cukup familiar dengan kegiatan pasar murah seperti ini. Pemerintah provinsi memang rutin menggelarnya, terutama menjelang hari besar keagamaan," tutur Faizal menjelaskan.
Bahkan, menurutnya, sejak dua minggu sebelum pelaksanaan, banyak warga sudah mulai menanyakan kapan pasar murah akan digelar.
"Artinya masyarakat memang sangat membutuhkan kegiatan seperti ini," sambung Faizal.
Di antara antrean warga yang datang dengan kupon di tangan, seorang pembeli di pasar murah, .Rostin Lakatara terlihat cukup lega setelah berhasil menebus paket sembako di pasar murah tersebut.
Bagi dia, program seperti ini benar-benar terasa manfaatnya, terutama di tengah harga bahan dapur yang kadang suka naik tanpa banyak basa-basi.
Menurut Rostin, harga paket sembako yang ditawarkan di pasar murah jelas lebih bersahabat dibandingkan harga di pasar pada umumnya. Dengan uang Rp95 ribu, ia sudah bisa membawa pulang berbagai bahan dapur yang biasanya harus dibeli satu per satu dengan harga lebih mahal.
"Kalau beli di pasar biasanya lebih mahal. Di sini cukup bawa Rp95 ribu sudah dapat banyak bahan dapur. Ini sangat membantu kami, apalagi sekarang bulan puasa," kata Rostin.
Hal yang sama juga dirasakan oleh warga lainnya, Mastin Dako. Ia mengaku pasar murah seperti ini memang selalu ditunggu masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika harga kebutuhan pokok biasanya mulai ikut naik seperti ikut merayakan suasana Lebaran.
Menurut Mastin, program seperti ini setidaknya memberi sedikit ruang napas bagi warga yang harus mengatur pengeluaran rumah tangga di bulan Ramadan.
"Program seperti ini sangat bagus karena membantu masyarakat. Semoga pasar murah seperti ini bisa terus diadakan supaya warga bisa membeli bahan pokok dengan harga lebih terjangkau," tutup Mastin.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.