Pelaku begal payudara di Kota Gorontalo ternyata bukan baru sekali beraksi. Setelah tertangkap pelaku mengaku sudah tiga kali beraksi. Targetnya pelari perempuan berpakaian ketat.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Bukan cuma sekali, pelaku begal payudara di Kota Gorontalo, UH (33) ternyata sudah tiga kali beraksi.
Hal ini terungkap usai UH berhasil ditangkap polisi. Ia tertangkap setelah beraksi yang ketiga kalinya.
UH merupakan warga Kota Gorontalo, yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang.
"Tersangka ini sudah tiga kali melakukan begal payudara. Di wilayah Kota Timur, Kota Utara, dan terakhir di Jalan Lupoyo," kata Kasatreskrim Polresta Gorontalo Kota, AKP Akmal Novian Reza.
UH tertangkap setelah korban ketiga melapor ke polisi.
Kejadiannya pada 9 Juli 2025 kemarin dan baru dilaporkan ke polisi 25 Agustus 2025 kemarin.
Anehnya, berdasarkan keterangannya kepada polisi, pelaku selalu pusing melihat wanita berpakaian ketat. Namun targetnya hanya wanita dewasa saja.
"Modus dari tersangka ini adalah melihat tubuh korban dengan menggunakan pakaian ketat," ungkap Akmal.
Sementara untuk kondisi kejiwaan tersangka masih dalam keadaan normal.
Polisi belum menerima laporan dari instansi terkait maupun keluarga terkait gangguan kejiwaan yang dialami tersangka.
"Sampai sekarang kami belum menerima laporan dari keluarga maupun instansi terkait, tentang gangguan kejiwaan tersangka. Artinya kondisinya normal," ujar Akmal.
Saat ini, UH telah diamankan di Rutan Mapolresta Gorontalo Kota untuk menjalankan proses hukum secara lanjut.
Ia dijerat Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara dengan denda Rp50 juta.
Tak cuma itu, ia juga dijerat dengan Pasal 289 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.