Seratus tahun bukan umur yang sebentar untuk sebuah rumah sakit, dan RS Aloei Saboe tahu betul cara merayakannya. Bukan sekadar seremoni, mereka memilih menghadirkan buku yang merangkum jejak panjang pelayanan kesehatan di Gorontalo, lengkap dengan cerita-cerita yang bisa bikin kita paham: merawat manusia itu selalu lebih dari sekadar urusan medis.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo meluncurkan buku berjudul Menjadi Lebih Baik untuk Semua dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-100, pada Jumat, 22 Mei 2026.
Buku tersebut mengulas perjalanan rumah sakit sekaligus perkembangan layanan kesehatan di Gorontalo sejak 1946.
Peluncuran buku berlangsung di Rumah Makan LA, Kota Gorontalo, dan dihadiri para penulis, yakni dr Isman Jusuf, Prof. Basri Amin, dan Lisa Dama, serta jajaran tenaga medis dan keluarga tokoh dr Aloei Saboe.
Direktur RSAS Gorontalo, Abdul Hafiz Daud, mengatakan penerbitan buku ini menjadi penanda penting dalam momentum satu abad rumah sakit tersebut.
Menurut dia, buku itu merekam transformasi RSAS dari balai pengobatan sederhana hingga menjadi rumah sakit rujukan di Provinsi Gorontalo.
"Buku ini mengisahkan perjalanan rumah sakit sekaligus pengabdian dr Aloei Saboe yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dan mendatang," kata Hafiz usai peluncuran buku.
Ia menambahkan, buku tersebut akan disebarluaskan melalui perpustakaan daerah dan platform digital agar dapat diakses masyarakat luas.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo, dr Isman Jusuf, yang juga menjadi salah satu penulis, mengatakan buku ini tidak hanya memotret sejarah RSAS, tetapi juga perkembangan layanan kesehatan di daerah tersebut.
"Rumah sakit ini adalah yang pertama di Gorontalo, sehingga perjalanan institusinya tidak bisa dipisahkan dari sejarah kesehatan di daerah ini," ujarnya.
Selain itu, buku tersebut juga memuat berbagai capaian RSAS selama satu abad serta kisah keteladanan dr Aloei Saboe sebagai tokoh utama yang diabadikan dalam nama rumah sakit.
Menurut Isman, penerbitan buku ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi tenaga kesehatan sekaligus pengingat akan nilai pengabdian dalam pelayanan medis.
"Seratus tahun bukan waktu yang singkat. Karena itu perlu ada sesuatu yang bersifat monumental, salah satunya melalui buku ini," tandasnya.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.