Dalam memperkuat meritokrasi pembinaan karir personel polisi, Polri mengonsolidasikan asesor assessmen center. Hal ini tentunya untuk melanjutkan transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional.
***
BERINTI.ID, Jakarta - Polri mengonsolidasikan para asesor Assessment Center dalam kegiatan Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026.
Giat tersebut berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Konsolidasi tersebut ditempuh untuk memperkuat sistem meritokrasi dalam pembinaan karier personel Polri.
Kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul" itu dibuka Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, mewakili Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia.
Dalam sambutan As SDM Kapolri yang dibacakan Langgeng, Polri menegaskan komitmennya melanjutkan transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang transparan dan akuntabel.
Salah satu pilar utamanya adalah penguatan sistem meritokrasi berbasis penilaian kompetensi yang objektif.
"Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor menjadi kunci pembinaan karier anggota Polri, agar terpilih personel yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks," kata Langgeng.
Polri menempatkan Assessment Center sebagai instrumen strategis untuk memastikan prinsip the right man on the right place dalam pengisian jabatan.
Melalui metodologi penilaian yang bersifat ilmiah dan terukur, sistem ini diharapkan mampu meminimalkan subjektivitas dalam proses promosi dan mutasi jabatan.
Bagi Langgeng, konsolidasi para asesor diperlukan untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan pelaksanaan assessment center ke depan.
"Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui assessment center. Konsolidasi ini penting untuk analisis dan perbaikan berkelanjutan. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul, tidak hanya bagi Polri, tetapi juga bagi bangsa Indonesia," ujar Langgeng menjelaskan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia guna memberikan perspektif profesional terkait standar penilaian terkini.
Sejumlah pejabat SSDM Polri, Karo SDM Polda jajaran, serta seluruh asesor Polri mengikuti kegiatan ini baik secara langsung maupun daring.
Sejak dirintis pada 2009, Assessment Center Polri terus mengalami perkembangan signifikan. Hingga 2025, Polri memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh Indonesia.
Capaian tersebut diperkuat dengan Akreditasi A dari Badan Kepegawaian Negara, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, serta sejumlah Rekor MURI, termasuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam kurun 15 tahun.
Kepercayaan dari lembaga di luar Polri juga meningkat. Jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada 2025 jumlahnya bertambah menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal.
Dalam kegiatan itu juga, Polri turut memberikan penghargaan kepada sejumlah Polda berprestasi yang dinilai konsisten menjaga kualitas asesmen, baik untuk kebutuhan internal maupun layanan eksternal.
"Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi, dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas, dan profesional," tutup Langgeng.
Admin