TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Polisi Kota Gorontalo Lagi Getol Razia Miras, Soalnya Banyak Keributan Berawal dari Mabuk

$detailB['caption'] Ribuan botol miras saat dimusnahkan oleh aparat penegak hukum. Polresta Gorontalo Kota lagi getol menghentikan peredran miras di wilayahnya (Berinti.id/Husnul Puhi)

Polresta Gorontalo Kota memperkuat razia minuman keras dan patroli malam sebagai upaya menekan angka kriminalitas. Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Suryono mengatakan langkah itu diambil karena sejumlah kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang ditangani polisi berawal dari pelaku yang berada di bawah pengaruh minuman keras.

***

BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Polisi di Kota Gorontalo tampaknya mulai serius mengurus satu benda yang ukurannya tak seberapa, tetapi efeknya sering bikin urusan jadi panjang yaitu minuman keras.

Bagi Polresta Gorontalo Kota, miras bukan sekadar barang yang memabukkan. Di banyak kasus, botol-botol itu menjadi titik awal lahirnya penganiayaan, pengeroyokan, hingga berbagai tindak kriminal yang berakhir di kantor polisi.

Karena itulah, Polresta Gorontalo Kota memperkuat razia miras sekaligus meningkatkan patroli malam sebagai upaya menekan angka kriminalitas di wilayahnya.

Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Suryono mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo yang ingin memberantas peredaran dan konsumsi minuman keras.

"Sejak saya menjabat sebagai Kapolresta, kami terus berkoordinasi dengan Wali Kota Gorontalo. Kami mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam memberantas peredaran dan penggunaan miras," kata Suryono.

Perintah itu tidak berhenti di meja pimpinan. Seluruh jajaran Polsek di bawah Polresta Gorontalo Kota diminta rutin menggelar razia di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran miras.

Targetnya sederhana yaitu semakin sedikit miras beredar, semakin kecil pula peluang keributan terjadi.

"Tujuannya agar tindak pidana yang diawali karena pengaruh miras bisa ditekan semaksimal mungkin," ujar Suryono. 

Upaya itu, kata Suryono, menjadi bagian dari strategi yang mulai menunjukkan hasil. 

Selama semester pertama 2026, angka kriminalitas di Kota Gorontalo disebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, polisi belum bisa benar-benar bernapas lega. Sebab, kasus penganiayaan dan pengeroyokan masih menjadi pekerjaan rumah yang paling sering mereka hadapi.

Menurut Suryono, tidak semua kasus kekerasan dipicu miras. Namun, ia mengakui cukup banyak peristiwa bermula dari orang yang kehilangan kendali setelah mengonsumsi alkohol.

"Ada beberapa kasus yang memang diawali karena pengaruh miras, walaupun tidak semuanya," imbuhnya. 

Karena itu, patroli malam terus diperkuat, terutama pada malam akhir pekan ketika aktivitas masyarakat meningkat dan potensi gangguan keamanan ikut naik.

Bagi polisi, mencegah keributan ternyata tidak selalu dimulai dari mengejar pelaku. Kadang, caranya sesederhana memastikan botol-botol miras tidak lebih dulu sampai ke tangan orang yang salah.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp