Polresta Gorontalo Kota mengajak para pengemudi bentor berdialog dalam program Jumat Curhat. Berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi di jalan dibahas, mulai dari keselamatan berlalu lintas hingga pemanfaatan layanan Call Center Polri 110 untuk melaporkan gangguan keamanan.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo — Kalau biasanya abang-abang bentor lebih akrab dengan suara mesin, klakson, dan tawar-menawar ongkos, Jumat, 4 September 2026, mereka diajak duduk santai oleh polisi. Bukan untuk ditilang, apalagi diperiksa. Kali ini, mereka diajak ngopi dan curhat.
Hal tersebut merupakan salah satu program milik Polresta Gorontalo Kota yang kerap dilaksanakan tiap Jumat, atau yang biasa disebut Jumat Curhat.
Kali ini, pihak Polresta mengundang para pengemudi bentor di Kota Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Pojok Ngopi Ruangan PPA Polresta Gorontalo Kota sekitar pukul 09.00 Wita.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Muhammad Junaeddy Johnny dan dihadiri para Kapolsek jajaran.
Junaeddy mengatakan Jumat Curhat merupakan ruang komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat. Artinya, masyarakat tidak hanya mendengar imbauan polisi, tetapi juga diberi kesempatan menyampaikan keluhan dan persoalan yang mereka hadapi.
Para pengemudi bentor pun mendapat kesempatan menyampaikan berbagai kendala dan aspirasi terkait aktivitas mereka di lapangan.
Keluhan tersebut kemudian ditanggapi langsung Kapolresta bersama para pejabat utama dan kasat jajaran Polresta Gorontalo Kota.
Abang Bentor Bukan Sekadar Pengantar Penumpang
Dalam pertemuan itu, Junaeddy menilai pengemudi bentor memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Kota Gorontalo.
Bagaimana tidak, mereka setiap hari berkeliling kota, bertemu penumpang dari berbagai kalangan, dan tentu saja lebih sering berada di jalan daripada sebagian besar orang.
Karena alasan itulah, polisi ingin menjadikan pengemudi bentor sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kegiatan Jumat Curhat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat," ujar Junaeddy.
Menurutnya, pengemudi bentor merupakan bagian penting dari transportasi lokal yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Ia pun meminta para pengemudi bentor ikut menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta membantu menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Gorontalo.
"Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, dan mari kita bersama-sama bersinergi, menjadikan pengemudi bentor sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di Kota Gorontalo," katanya.
Bukan Cuma Curhat, Polisi Juga Ingatkan Soal Keselamatan
Namanya juga Jumat Curhat, tentu saja bukan berarti semua persoalan selesai setelah ngopi dan ngobrol. Polisi tetap membawa oleh-oleh berupa imbauan Kamtibmas.
Para pengemudi bentor diingatkan untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Masyarakat juga diminta tidak ragu menggunakan Call Center Polri 110 apabila menemukan atau mengalami gangguan Kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, maupun tindak pidana.
Layanan 110 ini kemudian dibuat lebih dekat dengan para pengemudi bentor. Kapolresta secara simbolis menempelkan stiker layanan Call Center 110 pada salah satu armada bentor milik peserta.
Barangkali ini cara polisi membuat nomor 110 tidak cuma menjadi angka yang tersimpan di kepala, tetapi juga ikut jalan-jalan keliling Kota Gorontalo.
Dari kegiatan Jumat Curhat Polresta Gorontalo Kota tersebut, kepolisian menyebut telah terbangun sinergitas dan kepercayaan yang lebih kuat dengan masyarakat.
Para pengemudi bentor juga menyatakan kesiapan menjadi mata dan telinga kepolisian dengan memberikan informasi apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas di jalan.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.
Human Interest Story