TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Polisi Ungkap Motif Bentrok Penambang Suwawa: Janji Upah Tak Sesuai yang Berujung Ricuh

$detailB['caption'] Kasatreskrim Polres Bone Bolango, AKP Robin Talib menjelaskan motif bentrok penambang Suwawa di tambang emas kawasan gergaji (Berinti.id/Husnul Puhi)

Janji upah besar di tambang emas Suwawa ternyata berujung ricuh. Polisi mengungkap bentrok antarpenambang di area Gergaji dipicu rasa kecewa para pekerja yang menganggap pembagian hasil tambang tak sesuai kesepakatan awal.

***

BERINTI.ID, Bone Bolango - Tambang emas memang sering dijual dengan cerita manis: kerja keras sebentar, uang datang deras. Tapi di Suwawa, janji itu malah berubah jadi keributan. 

Bentrok antarpenambang yang viral di area tambang Gergaji ternyata dipicu perkara yang cukup klasik, yakni soal pembagian hasil yang tidak sesuai harapan.

Polisi bilang, para penambang merasa dibohongi soal pembagian hasil kerja. Mereka yang datang jauh-jauh dari luar Gorontalo mengaku dijanjikan upah besar. 

Namun setelah bekerja di lubang tambang yang sempit dan penuh risiko itu, hasil yang diterima justru dianggap jauh dari kesepakatan awal.

Kasatreskrim Polres Bone Bolango, AKP Robin Talib, menyebut rasa kecewa itu akhirnya meledak jadi aksi saling ancam di lokasi tambang.

"Pemicu utamanya soal bagi hasil yang tidak sesuai. Mereka protes karena apa yang diterima tidak seperti pembicaraan awal," kata Robin, Kamis, 7 Mei 2026.

Emosi para pekerja disebut sempat diarahkan ke bos tambang yang dianggap memberi janji terlalu tinggi. Video bentrokan pun keburu menyebar di media sosial. 

Di rekaman itu, suasana area tambang tampak ricuh. Ada yang berteriak, ada yang membawa senjata tajam, dan sebagian penambang lain memilih menyingkir sebelum situasi makin panas.

Untungnya, bentrok itu tidak sampai memakan korban jiwa. Polisi memastikan kejadian tersebut lebih banyak diwarnai aksi saling gertak daripada perkelahian terbuka.

"Dari insiden ini tidak ada korban jiwa, mereka hanya sekadar saling mengancam," tegas Robin

Meski begitu, aparat tetap turun tangan. Enam orang diamankan, sementara beberapa lainnya kabur ke arah hutan saat polisi tiba di lokasi. 

Polisi juga menyita dua senapan angin yang diduga dibawa saat keributan terjadi.

"Kami telah mengamankan enam orang laki-laki dan juga telah dua alat bukti berupa senapan angin dan senjata tajam lainnya kemungkinan besar dibawa lari oleh orang yang kabur ke arah hutan," tutup Robin.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp