Warga binaan dari tiga lembaga pemasyarakatan di Gorontalo mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum). Kegiatan kepramukaan itu diharapkan menjadi bekal untuk membentuk disiplin, kerja sama, dan karakter warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau mendengar kata perkemahan pramuka, yang terbayang biasanya tenda, api unggun, tali-temali, atau anak-anak sekolah yang sibuk menghafal Dasa Dharma. Tapi di Gorontalo, suasana itu justru hadir di balik tembok lembaga pemasyarakatan.
Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo menggelar Perkajum yang melibatkan warga binaan dari tiga satuan pemasyarakatan, yakni Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Lapas Kelas IIA Gorontalo, serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gorontalo.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Gorontalo, Bambang Haryanto, mengatakan kegiatan kepramukaan ini bukan sekadar agenda seremonial.
"Perkajum ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang diberikan kepada warga binaan, melengkapi pembinaan kemandirian yang selama ini juga berjalan di lingkungan pemasyarakatan," kata Bambang usai upacara pembukaan Perkajum, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Bambang, kegiatan semacam ini diharapkan bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Alasannya sederhana, bekal yang diperoleh warga binaan selama menjalani masa pidana diharapkan tetap melekat ketika mereka kembali hidup di tengah masyarakat.
"Harapan kami kegiatan ini bisa terus berlanjut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan saat mereka kembali ke masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Elang Kartini, menjelaskan bahwa Perkajum tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan khas pramuka seperti tali-temali, latihan baris-berbaris, hingga berbagai permainan kelompok.
Peserta juga mendapat pembelajaran dari PKBM Lestari sebagai narasumber, serta layanan perpustakaan keliling yang didukung oleh pemerintah daerah tingkat kabupaten maupun provinsi.
"Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kepribadian di lapas tidak berhenti pada kegiatan di dalam ruangan, tetapi juga dikemas dengan pendekatan yang lebih menyenangkan sekaligus membangun karakter," tutur Kartini.
Penampilan warga binaan saat upacara pembukaan pun mencuri perhatian. Atraksi yang mereka tampilkan ternyata bukan hasil latihan dadakan.
Kartini mengungkapkan, seluruh peserta telah menjalani latihan intensif selama sekitar tiga pekan bersama para pembina dari Kwartir Kabupaten.
"Setiap hari mereka ini latihan hingga akhirnya dipercaya menjadi petugas upacara sekaligus menampilkan atraksi pada pembukaan Perkajum ini," jelas Kartini.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.