Ketika lumpur masih memenuhi lantai rumah dan perabot warga di Kelurahan Dembe I usai diterjang banjir bandang, petugas Damkar Kota Gorontalo datang membawa selang air dan tenaga bantuan untuk membantu warga membersihkan sisa material banjir.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Lumpur masih menempel di lantai rumah warga Kelurahan Dembe I, Kota Gorontalo, Kamis sore, 30 April 2026.
Bau tanah basah bercampur kayu hanyut masih terasa di sejumlah sudut rumah yang sehari sebelumnya diterjang banjir bandang.
Banjir bandang yang terjadi Rabu sore, 29 April 2026, membawa material lumpur, kayu, dan pasir dari wilayah perbukitan ke permukiman warga.
Air masuk hingga ke dalam rumah, meninggalkan lapisan lumpur tebal yang sulit dibersihkan hanya dengan tenaga seadanya.
Di tengah kondisi itu, warga kemudian meminta bantuan Damkar Kota Gorontalo. Warga berharap peralatan milik petugas bisa membantu membersihkan lumpur yang mulai mengering dan menempel di lantai maupun perabot rumah tangga.
Sekitar pukul 14.30 Wita, satu unit mobil damkar bersama tujuh personel tiba di lokasi. Selang air langsung diarahkan ke rumah-rumah warga yang paling parah terdampak.
"Ini atas permintaan masyarakat. Mereka meminta bantuan untuk membersihkan lumpur di dalam rumah," kata Komandan Regu Damkar Kota Gorontalo, Hasan Palingo.
Menurut Hasan, proses pembersihan tidak mudah. Lumpur yang terbawa banjir cukup tebal dan menempel di berbagai sudut rumah serta barang-barang milik warga.
"Lumpurnya agak tebal, tapi alhamdulillah bisa kami atasi," tutur Hasan menjelaskan kondisi lumpur yang dibersihkan.
Pekerjaan membersihkan lumpur, kata Hasan, berbeda dengan memadamkan kebakaran yang durasi penanganannya relatif bisa diperkirakan.
Lumpur membutuhkan waktu lebih lama karena harus dibersihkan perlahan agar tidak merusak barang-barang di dalam rumah.
Sore itu, tim damkar baru menyelesaikan satu rumah dan bersiap menuju rumah berikutnya. Sementara di luar, masih banyak warga yang menunggu giliran bantuan datang.
Bagi warga Dembe I, kehadiran petugas damkar mungkin tidak langsung menghapus lelah setelah banjir. Namun setidaknya, di tengah rumah yang dipenuhi lumpur, ada bantuan yang membuat mereka merasa tidak menghadapi bencana itu sendirian.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.