Beberapa warga di Kelurahan Dembe I, Kota Gorontalo, diterjang lumpur. Rabu sore kemarin, banjir bandang datang membawa material kayu dan pasir dari arah perbukitan, lalu masuk ke permukiman warga hingga bikin puluhan rumah kotor dan porak-poranda.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Banjir bandang kembali menerjang Kelurahan Dembe I, Kota Gorontalo, Rabu sore, 29 April 2026.
Sedikitnya 44 rumah terdampak, sementara puluhan warga harus berjibaku membersihkan lumpur dan material kayu yang masuk hingga ke dalam rumah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita setelah aliran air dari wilayah perbukitan membawa lumpur, pasir, dan batang kayu ke permukiman warga. Kawasan terparah berada di RW 3 Kelurahan Dembe I.
"Untuk di wilayah sini ada sekitar 15 rumah dan 23 kepala keluarga terdampak. Tapi total keseluruhan ada 44 rumah," kata Lurah Dembe I, Syamsu Qamar Idji, saat ditemui di lokasi, Kamis, 30 April 2026.
Menurut Syamsu, banjir sebenarnya bukan peristiwa baru bagi warga Dembe I. Namun kali ini, material yang terbawa arus membuat dampaknya jauh lebih berat dibanding sebelumnya.
Air dilaporkan mencapai sekitar 80 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa. Sementara lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga mencapai setinggi betis.
"Yang memperparah itu material kayu dan pasir dari pegunungan. Itu yang masuk dan menerjang rumah warga," ujar Syamsu menjelaskan.
Selain RW 3, banjir juga berdampak di RW 2, termasuk kawasan Perumahan Nelayan. Meski demikian, hingga kini belum ada warga yang diungsikan.
Sehari setelah kejadian, warga terlihat masih membersihkan sisa lumpur dan potongan kayu secara mandiri. Sebagian perabot rumah tangga tampak dipindahkan ke luar rumah untuk dibersihkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo sebelumnya sempat membantu proses pembersihan darurat pada malam kejadian. Namun, penanganan selanjutnya lebih banyak dilakukan warga secara swadaya.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.