Irjen Pol Nurworo Danang resmi memulai tugasnya sebagai Kapolda Gorontalo setelah disambut tradisi Pedang Pora di halaman Mapolda Gorontalo, Selasa, 6 Oktober 2026.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Menjadi Kapolda baru rupanya tak cukup hanya bermodal seragam, pangkat bintang dua, dan sederet pengalaman. Ada satu ritual yang harus dilewati, yaitu berjalan di bawah barisan pedang yang terhunus (tradisi pedang pora).
Itulah yang dijalani Irjen Pol Nurworo Danang saat pertama kali menginjakkan kaki di Mapolda Gorontalo, Selasa, 6 Oktober 2026.
Jenderal polisi bintang dua itu disambut dengan tradisi Pedang Pora di halaman Mapolda Gorontalo. Para perwira berdiri tegap sambil mengangkat pedang, membentuk semacam gapura kehormatan yang kemudian dilalui Nurworo bersama istrinya.
Bukan, ini bukan adegan film kerajaan atau prosesi masuk ke arena gladiator. Pedang Pora merupakan tradisi resmi di lingkungan Polri yang menjadi simbol penghormatan sekaligus penyambutan bagi pejabat yang mendapat amanah baru.
Dalam konteks ini, Nurworo bukan sekadar datang bertamu ke Polda Gorontalo. Ia datang sebagai orang nomor satu di institusi kepolisian daerah tersebut.
Nurworo kini resmi menggantikan Irjen Pol Widodo sebagai Kapolda Gorontalo. Jabatan itu sekaligus menandai babak baru kepemimpinan di Polda Gorontalo.
Sebelum mendapat mandat memimpin Polda Gorontalo, Nurworo bertugas di Mabes Polri sebagai Kepala Satgas MBG.
Sementara itu, Irjen Pol Widodo yang sebelumnya memimpin Polda Gorontalo kini mendapat tugas baru sebagai Kapolda Jambi.
Dengan prosesi Pedang Pora yang sudah dilalui, babak baru kepemimpinan Polda Gorontalo pun resmi dimulai.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.