Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menemukan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak sesuai standar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Program MBG di Kota Gorontalo ternyata belum sepenuhnya matang. Saat Pemkot Gorontalo melakukan sidak ke tiga SPPG, Senin pagi, 4 Mei 2026, sejumlah catatan langsung muncul.
Catatannya berupa IPAL yang tidak sesuai standar (berbau tak sedap) sampai cara penyajian makanan yang dinilai kurang tepat.
Sidak dipimpin oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, bersama Ketua Satgas MBG Kota Gorontalo, Ismail Madjid.
Lokasi pertama yang didatangi adalah SPPG di Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, yang dikelola Yayasan Hamzah Isa Center.
Di tempat tersebut, tim menemukan masalah pada IPAL. Air limbah disebut masih tersumbat dan menimbulkan bau menyengat.
Kendati dapur tersebut sudah beroperasi sekitar tiga bulan dan melayani lebih dari dua ribu penerima manfaat dari sembilan sekolah.
"Memang ada beberapa catatan dan temuan yang kita dapati tadi, nah ini yang akan kita diskusikan nanti di tim satgas," kata Indra usai sidak.
Masalah IPAL ini jadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan standar kebersihan dan kesehatan lingkungan dapur MBG.
Koordinator Wilayah MBG Kota Gorontalo, Indah Febriani Ali, mengatakan hasil temuan tersebut akan dilaporkan ke pusat. Bahkan, ada kemungkinan operasional SPPG itu dihentikan sementara.
"Yang paling utama itu IPAL-nya tidak berbau, tidak berwarna, dan jernih," ucap Indah tegas.
Sementara itu, di SPPG Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, yang dikelola Yayasan Cita Anak Hulondalo, tim sidak belum menemukan persoalan berarti. Dapur ini baru berjalan sekitar satu bulan dan melayani hampir seribu penerima manfaat.
Berbeda lagi dengan SPPG di Kelurahan Biawu, Kota Selatan. Di sini, tim menemukan penggunaan bumbu sachet atau bumbu instan dalam pengolahan makanan.
Selain itu, nasi yang masih panas langsung dimasukkan ke ompreng dan ditutup rapat. Kelihatannya sepele, tapi urusan beginian cukup penting dalam standar penyajian makanan massal.
Nasi panas yang langsung ditutup bisa memicu uap air berlebih dan memengaruhi kualitas makanan.
SPPG Biawu sendiri baru beroperasi dua minggu dan melayani ratusan siswa serta kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ketua Satgas MBG, Ismail Madjid, mengakui secara umum pelaksanaan program sudah berjalan cukup baik. Namun masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi.
"Sejauh ini sudah bagus, tapi memang ada beberapa catatan," kata Ismail.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.