Kalau ada yang mengira kumpulnya pengurus media siber dari lima provinsi di Jakarta pada 27 Agustus adalah tanda-tanda mobilisasi, SMSI punya jawaban yang lebih sederhana, yaitu bukan mau turun ke jalan, cuma mau konsolidasi. Agenda pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa itu memang kebetulan berbarengan dengan rencana aksi demonstrasi di depan DPR RI.
***
BERINTI.ID, Jakarta — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) akan mengukuhkan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) News Room Jaga Desa dari lima provinsi di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kelima provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Pengukuhan dilakukan secara bersamaan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi SMSI di sejumlah daerah.
Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan pengukuhan lima pengurus provinsi tersebut merupakan kelanjutan dari pembentukan kepengurusan Pokja News Room Jaga Desa yang sebelumnya dilakukan di Bali pada awal Juli. Setelah itu, agenda serupa berlanjut di Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau.
Namun, agenda pengumpulan pengurus dari lima provinsi di Jakarta tersebut bertepatan dengan rencana aksi demonstrasi besar di sekitar Gedung DPR RI, Senayan.
Kondisi itu memunculkan spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan adanya mobilisasi massa oleh SMSI.
Sejumlah kelompok masyarakat disebut telah mempersiapkan aksi di Jakarta. Tuntutan yang dibawa antara lain berkaitan dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, pemberantasan korupsi, dan persoalan tata kelola dana daerah. Di tengah situasi itu, muncul pula narasi di media sosial mengenai potensi kerusuhan.
Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar membantah anggapan bahwa pengumpulan pengurus tersebut berkaitan dengan agenda demonstrasi.
"Ini murni agenda organisasi dan kebetulan waktunya bersamaan," kata Makali saat dikonfirmasi.
Makali mengatakan SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan media siber. Karena itu, menurut dia, SMSI berbeda dengan organisasi massa ataupun lembaga swadaya masyarakat yang memiliki karakter gerakan massa.
Ia menegaskan SMSI berkomitmen menjaga stabilitas nasional dan keutuhan negara, tanpa mencampuri hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Menurut Makali, pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa justru menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perusahaan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ia meminta pengurus dan anggota SMSI di daerah tetap bekerja sesuai prinsip jurnalistik profesional, terutama ketika situasi nasional sedang dinamis.
"Media harus menyajikan informasi yang jernih, berimbang, dan tidak memperkeruh keadaan," ujarnya.
Pengukuhan lima pengurus provinsi di Jakarta itu sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi SMSI untuk memperkuat jaringan perusahaan media siber di daerah dan mendorong pemberitaan yang tetap berpegang pada prinsip profesionalisme pers.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.