Gema takbir berkumandang dari balik jeruji Lapas Kelas IIA Gorontalo pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Di sini, ratusan warga binaan menata hati, memanjatkan doa serta berharap ampunan serta kesempatan untuk memulai lembaran hidup lebih baik.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Pagi itu, suasana di Lapas Kelas IIA Gorontalo terasa berbeda. Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, gema takbir menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026.
Sejak pukul 06.30 Wita, langkah-langkah kaki mulai memenuhi Masjid At-Taubah. Para warga binaan datang berbondong-bondong, mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki.
Wajah-wajah yang biasanya tampak muram pagi itu berubah. Ada senyum, tawa kecil, dan juga percakapan ringan yang mengalir sambil menunggu salat dimulai.
Di momen hari kemenangan ini, mereka tidak sekadar menunaikan ibadah. Lebih dari itu, ada doa-doa yang dipanjatkan dalam diam, tentang ampunan, penyesalan, dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksanaan salat Idulfitri berlangsung khidmat. Meski berada dalam keterbatasan, suasana religius terasa begitu kuat, seolah menghapus sekat-sekat yang memisahkan mereka dari dunia luar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sahduriman, turut merasakan kehangatan suasana tersebut.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.
"Alhamdulillah, salat Idulfitri di dalam lapas berjalan dengan khidmat dan lancar. Tentunya ada manfaat dari khutbah yang disampaikan oleh khotib," ujar Sahduriman.
Lebih dari sekadar perayaan, Idulfitri kali ini menjadi pengingat bagi para warga binaan tentang arti kembali ke fitrah. Sahduriman pun berharap momentum itu dapat menjadi titik awal perubahan bagi warga binaan.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.