Tim SAR gabungan menyisir Perairan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah untuk mencari 11 wisatawan asing beserta dua awak kapal yang hilang kontak saat berlayar menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo. Operasi pencarian dilakukan dengan membagi tiga tim penyisiran.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Perjalanan wisata laut yang semestinya selesai dalam hitungan jam berubah menjadi operasi pencarian besar-besaran.
Sebuah perahu yang mengangkut 11 wisatawan asing dan dua awak kapal dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Sanctum Una-Una Dive Resort, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo langsung mengerahkan operasi SAR gabungan sejak laporan diterima pada Jumat, 24 Juli 2036.
Hingga Sabtu, 25 Juli 2026, seluruh penumpang dan awak kapal yang berjumlah 13 orang masih dalam pencarian.
Informasi awal datang dari seorang pemandu wisata bernama Mimin. Ia melapor setelah perahu yang berangkat sekitar pukul 07.30 Wita tak kunjung tiba di Pelabuhan Marisa sesuai jadwal.
Seharusnya kapal sudah bersandar sekitar pukul 11.00 Wita, tetapi hingga pukul 15.00 Wita tidak ada kabar sama sekali.
Lokasi pencarian difokuskan di kawasan Perairan Teluk Tomini, tepatnya sekitar 20,23 nautical mile di barat daya Pantai Pohon Cinta.
Untuk mempercepat pencarian, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama menggunakan Kapal Negara KAL Limboto yang bergerak dari Pelabuhan Gorontalo dengan cakupan pencarian sekitar 200 nautical mile persegi.
SRU kedua memakai RIB 03 Gorontalo untuk menyisir jalur pelayaran seluas kurang lebih 50 nautical mile persegi.
Sementara SRU ketiga memanfaatkan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort guna menyisir area pencarian tambahan sekitar 50 nautical mile persegi.
Sebanyak 13 orang yang masih dalam pencarian terdiri atas dua awak kapal, yakni Ferdiansyah dan Arif, serta 11 wisatawan asing, yaitu Milan Kasik, Rani Permentier, Mathijs Sercu, Jelka Van Driesum, Hinke Van Deer, Roeland Van Driesum, Age Van Driesum, Matthias Prange, Celine Josette Menguy, Hector Fabio Prange, dan Ronny Josue Prange.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bisma dari Kantor SAR Palu, Polairud Marisa, Pos Lanal Marisa, KN Limboto, hingga tim dari Sanctum Una-Una Dive Resort.
Meski cuaca di lokasi dilaporkan cerah, proses pencarian tidak sepenuhnya mudah. Tim harus menghadapi gelombang laut setinggi 1 hingga 1,5 meter yang disertai angin berkekuatan 10–15 knot.
Kondisi tersebut membuat setiap pergerakan personel dan armada dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, mengatakan seluruh unsur SAR akan memaksimalkan operasi hingga seluruh area yang telah direncanakan selesai disisir.
"Kami mengerahkan seluruh alut dan personel yang tersedia bersama Potensi SAR serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses pencarian berjalan maksimal. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap pola pencarian. Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan," kata Heriyanto melalui siaran pers.
Basarnas Gorontalo menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring berlangsungnya operasi pencarian di lapangan.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.