Tim SAR Gorontalo mengungkap penyebab 11 wisatawan asing sempat hilang kontak di perairan Teluk Tomini. Speedboat yang mereka tumpangi dilaporkan patah menjadi dua akibat cuaca buruk pada Jumat malam, 24 Juli 2026, sehingga para penumpang terpaksa menyelamatkan diri ke sebuah rakit sebelum akhirnya ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Misteri hilangnya kontak 11 wisatawan asing di perairan Teluk Tomini akhirnya mulai menemukan titik terang.
Penyebabnya bukan mesin kapal mogok atau tersesat di tengah laut, melainkan cuaca buruk yang membuat speedboat yang mereka tumpangi patah menjadi dua sebelum akhirnya tenggelam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari hasil koordinasi dengan tim di lapangan setelah seluruh wisatawan berhasil ditemukan.
Menurutnya, cuaca buruk menjadi pemicu utama kecelakaan laut yang sempat membuat operasi pencarian berlangsung dramatis.
"Informasi yang kami terima, kapal mengalami patah menjadi dua akibat cuaca buruk, lalu tenggelam," kata Heriyanto, Sabtu, 25 Juli 2026.
Beruntung, 11 wisatawan asing itu masih memiliki kesempatan menyelamatkan diri. Di tengah situasi mencekam, mereka berhasil mencapai sebuah rakit yang berada di sekitar lokasi kecelakaan dan bertahan di sana hingga Tim SAR Gabungan datang melakukan evakuasi.
Sayangnya, kisah penyelamatan itu belum berakhir sepenuhnya dengan kabar baik. Nahkoda kapal bernama Ardiansah hingga kini masih dinyatakan hilang.
Heriyanto menjelaskan, saat para korban dievakuasi dari rakit, kondisi di lokasi sudah gelap dan diselimuti kabut. Pandangan yang terbatas membuat keberadaan sang nahkoda tidak terlihat.
"Pada saat evakuasi, pandangan sudah berkabut sehingga tidak terlihat kalau nahkoda masih berada di kapalnya," jelas Heriyanto.
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor SAR Gorontalo, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wita di wilayah perairan Teluk Tomini.
Laporan pertama diterima dari kawasan Resort Tojo Una-Una, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.
Heriyanto menegaskan, seluruh wisatawan asing ditemukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur penyelamat.
"Semua unsur yang kami kerahkan bergerak dalam satu komando operasi SAR. Yang menemukan para korban adalah Tim SAR Gabungan," tegas Heriyanto.
Sementara itu, lokasi pasti kecelakaan terhadap wilayah Marisa maupun pusat Kabupaten Tojo Una-Una masih belum dapat dipastikan.
Tim di lapangan kini lebih memfokuskan upaya pencarian terhadap Ardiansah yang hingga kini belum ditemukan.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.