Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah pasar di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo sebagai respons atas kenaikan harga sejumlah bahan pangan.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Kalau harga cabai mulai bikin orang berpikir dua kali sebelum bikin sambal, biasanya pemerintah langsung turun tangan.
Di Gorontalo, caranya bukan dengan menyuruh warga mengurangi makan pedas, melainkan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah pasar.
Langkah ini dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo sebagai respons atas kenaikan inflasi pada Juni 2026 yang mulai memberi tekanan pada harga kebutuhan pokok.
Operasi pasar tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo bersama jajaran TPID.
Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, pimpinan Perum Bulog Gorontalo, Kepala Disperindag Kabupaten Gorontalo, serta Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Mereka menyasar sejumlah pasar utama di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo untuk memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), Provinsi Gorontalo mengalami inflasi sebesar 2,11 persen secara bulanan (month-to-month) pada Juni 2026. Sementara secara tahunan, inflasi mencapai 4,77 persen (year-on-year).
Penyumbang terbesar kenaikan harga masih datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas yang paling banyak mendorong inflasi antara lain cabai rawit, bawang merah, tomat, hingga beras.
Kalau dibiarkan, kenaikan harga bahan pokok seperti ini bukan cuma membuat pedagang dan pembeli sama-sama mengeluh. Daya beli masyarakat juga bisa ikut tergerus.
Karena itu, TPID memilih melakukan intervensi lewat Gerakan Pangan Murah. Dalam program ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga yang lebih rendah dibanding harga pasar, sehingga masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
Namun tugas TPID tidak berhenti di lapak operasi pasar.
Tim juga berkeliling memberikan penyuluhan kepada pedagang mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga.
Fokus pengawasan diarahkan pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging sapi, hingga kelompok BARITO—singkatan dari bawang merah, rica atau cabai rawit, dan tomat.
Pemerintah juga mengajak masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan agar tidak memicu kepanikan pasar.
Di sisi lain, pedagang dan distributor diharapkan tetap menjaga kewajaran harga sehingga gejolak inflasi tidak semakin melebar.
Harapannya dari GPM ini sederhana, memastikan harga tetap terkendali, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan urusan dapur warga Gorontalo tidak ikut memanas hanya gara-gara cabai dan bawang yang harganya sedang naik daun.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.