TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Turnamen Sepak Bola GSI Kota Gorontalo Jadi Sorotan,  Seleksi Pemain Bikin Emosi Orang Tua Siswa

$detailB['caption'] Ratna Adam, salah satu orang tua siswa peserta GSI yang protes mekanisme seleksi pemain (Berinti.id/Husnul Puhi)

Turnamen Sepak Bola Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kota Gorontalo menjadi sorotan. Ajang seleksi pemain muda itu justru memicu kemarahan orang tua siswa. Mengapa ini terjadi? 

*

BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Orang tua siswa di Kota Gorontalo memprotes mekanisme seleksi pemain muda lewat turnamen sepak bola Gala Siswa Indonesia atau GSI.

GSI sendiri adalah ajang pencarian talenta-talenta muda di bidang olahraga yang diselenggarakan untuk peserta didik SMP. 

Pelaksanaannya dilakukan secara bertingkat, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional untuk menjaring peserta terbaik dari 38 provinsi. 

Seleksi bertingkat bertujuan memberikan kesempatan yang sama dan adil bagi peserta didik di seluruh Indonesia untuk berprestasi di bidang sepak bola.

Namun, di mekanisme seleksi pemain di Kota Gorontalo justru menuai protes orang tua siswam

Ratna Adam, salah satu orang tua peserta menilai mekanisme seleksian pemain yang akan mewakili Kota Gorontalo ke ajang tingkat provinsi cacat prosedur. 

Berdasarkan aturan yang diketahui orang tua siswa, pemain yang akan berlaga di tingkat provinsi seharusnya diambil dari tim yang berhasil juara satu, dua, dan tiga dalam turnamen. 

Rinciannya, 11 pemain dari tim juara satu, lima pemain dari tim juara dua, serta dua pemain dari tim juara tiga.

Namun, yang membuat Ratna kecewa adalah rencana panitia melakukan seleksi ulang setelah turnamen selesai untuk menentukan utusan Kota Gorontalo. 

"Ini kan, sudah dibuat turnamen GSI, dan sudah ada yang juara satu, dua dan tiga, lalu untuk apa dibuat seleksi kembali? Pertanyaan saya siapa yang menyeleksi ini anak-anak?" kata Ratna.

Informasi ini didapat Ratna dari salah guru yang sekolahnya berhasil menjuarai kompetisi tersebut. 

Usut punya usut, rencana seleksi ulang itu merupakan kesepakatan bersama dalam rapat antara pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo dengan pihak sekolah peserta GSI. Rapat digelar dua kali seyelah kompetisi berakhir.

Yang bikin Ratna makin geram anaknya telah berlatih keras untuk bisa menjuarai kompetisi tersebut, tapi ujung-ujungnya diseleksi lagi. 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Lukman Kasim menjelaskan, bahwa seleksi dalam GSI menggunakan dua pendekatan yang berdasarkan Juknis: sistem kompetisi dan penilaian keterampilan dasar. 

"Kalau Kota Gorontalo memilih sistem kompetisi. Tapi dalam kompetisi itu tim pencarian bakat (scouting) mustinya melakukan penilaian terhadap pemain dari awal sampai dengan selesai kompetisi," ujar Lukman saat dikonfirmasi di ruangannya, pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Lukman juga membenarkan bahwa pihaknya bersama beberapa perwakilan guru mengadakan rapat sebanyak dua kali membahas sistem penyeleksian ulang untuk para pemain.

Sementara, hasil rapat membuahkan kesepakatan, harus menyeleksi kembali 40 pemain setelah turnamen berakhir.

"Saya mempertanyakan ini kepada Tim Scouting dan beberapa guru lainnya, kenapa sudah memunculkan kesepakatan untuk menyeleksi lagi 40 pemain. Apa gunanya kompetisi itu dilakukan," cerita Lukman kepada awak media. 

Lukman pun mengambil jalan tengah. Pemain yang mengikuti seleksi ulang hanya 28 pemain saja. Dari 28 pemain, 12 pemain dipilih dari tim yang menjuarai kompetisi, dan sisanya lagi dimabil dari tim juara dua, dan tiga.

Langkah ini justru bertolak belakan dengan apa yang disampaikan Lukman bahwa seleksi pemain melalui jalur kompetisi.

"Saya hanya butuh 28 orang untuk seleksi ulang, dari 28 orang itu, 12 orang dari tim yang juara, dan saya yang akan melakukan penilaian," pungkas Lukman.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp