Seorang pedagang di Kota Gorontalo kehilangan uang dagangan senilai Rp75 juta setelah rumahnya diduga dibobol maling pada siang hari.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Seorang warga di Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo harus menelan pil pahit ketika pulang ke rumah untuk istirahat siang usai berjualan di Pasar Sentral.
Bukan sambutan nasi hangat yang ia temui, melainkan pintu kamar yang sudah terbuka, seolah memberi isyarat ada yang tidak beres.
Menurut keterangan keluarga korban, Rahman Hasan, kejadian itu berlangsung pada siang hari sekira pukul 12.00 Wita, Senin, 26 Januari 2026.
Korban yang sehari-hari berdagang rempah-rempah pulang ke rumah dengan niat sederhana, makan dan istirahat. Namun begitu membuka pintu, kondisi rumah sudah lain.
Pintu kamar tempat menyimpan uang puluhan juta rupiah terbuka lebar. Refleks, korban langsung menelepon istrinya yang saat itu masih berjualan di Pasar Sentral.
"Korban langsung telepon istrinya, tanya apakah pintu kamar sempat dikunci atau tidak sebelum keluar rumah," ujar Rahman saat dikonfirmasi malam hari.
Belum puas dengan jawaban lewat telepon, dan mungkin karena firasat makin tak enak, korban pun memilih menjemput istrinya langsung di pasar. Mereka pulang bersama, berharap semuanya cuma salah paham.
Harapan itu runtuh begitu kamar diperiksa. Uang hasil dagangan yang selama ini disimpan rapi, lenyap tanpa pamit.
"Total uang yang hilang sekitar Rp75 juta," jelas Rahman.
Uang tersebut, menurut korban, disimpan dalam tiga kantong plastik dan diletakkan di tempat berbeda. Salah satunya di dalam lemari pakaian, tepat di atas tumpukan baju yang tersusun rapi.
Uniknya, sang maling tidak membongkar lemari. Pakaian tetap rapi, tapi uangnya raib. Entah malingnya sangat rapi, atau memang sudah tahu persis ke mana harus mengambil.
Tak hanya itu, kondisi rumah juga berubah drastis. Jendela rumah dan kamar terbuka, begitu pula pintu depan, pintu kamar, hingga pintu dapur.
"Saat korban sampai di rumah, semua sudah terbuka," tutur Rahman.
Menyadari ini bukan sekadar kelalaian, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Barat. Tak lama berselang, tim Inavis Polresta Gorontalo Kota turun tangan melakukan penyelidikan.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.