Lapas Kelas IIA Gorontalo menggelar tes urine terhadap 20 warga binaan beserta para petugas. Pemeriksaan dilakukan secara acak sebagai langkah pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Razia di lapas rupanya tidak berhenti pada urusan menggeledah kamar hunian dan mengumpulkan barang-barang yang dilarang.
Di Lapas Kelas IIA Gorontalo, petugas juga harus memastikan satu hal lain: jangan sampai narkoba ikut betah tinggal di balik tembok lapas.
Karena itu, pada Kamis, 17 September 2026, Lapas Kelas IIA Gorontalo menggelar penggeledahan gabungan sekaligus tes urine secara acak. Pemeriksaan menyasar warga binaan dan petugas yang sedang berdinas.
Sebanyak 20 warga binaan menjalani tes urine. Petugas yang bertugas pada hari itu juga ikut diperiksa.
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison mengatakan, tes urine tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.
"Kita melakukan tes urine kepada 20 warga binaan, termasuk anggota kita yang bertugas hari ini," kata Junaidi.
Menariknya lagi, nama-nama warga binaan yang diperiksa tidak dipilih berdasarkan perkara yang menjerat mereka. Alias bukan cuma mereka yang sedang menjalani hukuman karena kasus narkotika.
Menurut Junaidi, langkah tersebut penting karena kemungkinan penyalahgunaan narkotika tidak hanya bisa terjadi pada warga binaan yang sebelumnya terlibat kasus narkoba.
"Inilah bentuk antisipasi kita, karena tidak menutup kemungkinan di dalam lapas itu bisa saja yang bukan terlibat kasus narkotika menggunakan narkotika. Jadi kita tes secara acak," tutur Junaidi.
Dengan metode acak, pemeriksaan diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas. Siapa pun bisa diperiksa, tanpa harus terlebih dahulu dicap sebagai pengguna narkotika.
Tes urine tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Gorontalo menjalankan program pembinaan sekaligus memperkuat pencegahan berbagai pelanggaran di dalam lapas.
Bukan cuma narkoba yang menjadi perhatian. Penggunaan ponsel ilegal dan praktik pungutan liar oleh oknum petugas juga masuk radar pencegahan.
Junaidi mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk deteksi dini agar berbagai persoalan itu tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
"Makanya kita lakukan deteksi dini ini agar hal-hal tersebut tidak terjadi di dalam lapas," tandasnya.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.