TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Zakat Fitrah Menyelinap ke Balik Jeruji: 57 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo Kebagian Zakat

$detailB['caption'] 57 warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo kebagian zakat fitrah dari BAZNAS Kota Gorontalo (istimewa)

Ramadan menunjukkan wajahnya yang inklusif ketika zakat fitrah disalurkan kepada puluhan warga binaan di Lapas Kelas IIA Gorontalo. Ini membuktikan keberkahan bulan suci tak pernah pilih-pilih tempat maupun siapa yang berhak merasakannya.

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Ramadan ternyata tidak berhenti di masjid, pasar takjil, atau rumah-rumah yang sibuk menyiapkan buka puasa. Tapi Juga pelan-pelan menyelinap masuk ke balik tembok Lapas Kelas IIA Gorontalo, tempat di mana harapan sering kali harus dicari lebih keras dari biasanya.

Rabu, 18 Maret 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Gorontalo menyalurkan zakat fitrah kepada 57 warga binaan. 

Angkanya mungkin tidak terdengar bombastis, tapi maknanya jelas tidak sesederhana hitungan kepala.

Di balik jeruji, zakat fitrah bukan cuma soal beras atau kewajiban tahunan. Ia jadi semacam pengingat, bahwa mereka yang sedang menjalani masa pembinaan tetap bagian dari lingkaran yang sama. Di mana masih berhak merasakan Ramadan dengan cara yang layak.

Plt Kepala Lapas Gorontalo, Sahduriman, menyebut bantuan ini bukan sekadar formalitas tahunan.

"Kami berharap warga binaan bisa merasakan perhatian, sehingga muncul semangat untuk memperbaiki diri dan menjalani pembinaan dengan baik," ujarnya.

Kalimat itu terdengar klise, tapi dalam konteks ini, justru terasa relevan. Sebab di dalam Lapas, hal-hal kecil seperti perhatian sering kali punya dampak yang jauh lebih besar.

Sahduriman juga menegaskan, kegiatan ini bukan cuma soal bagi-bagi zakat.

Lebih dari itu, ini bagian dari pembinaan mental dan spiritual, upaya pelan-pelan untuk memastikan bahwa hidup tidak berhenti hanya karena seseorang sedang menjalani hukuman.

"Di balik tembok Lapas, nilai kepedulian dan keimanan tetap tumbuh," kata Sahduriman. 

Sementara itu, dari sisi BAZNAS, proses zakat ini juga punya cerita sendiri.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Gorontalo, Amin Husain Dima, menjelaskan bahwa zakat yang disalurkan berasal dari pengumpulan internal melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Lapas, yang dikelola oleh Badan Takmir Masjid At-Taubah.

Artinya, ada kemungkinan sebagian zakat itu justru berasal dari warga binaan sendiri.

"Ini bukan hanya distribusi, tapi juga edukasi. Kami ingin menanamkan bahwa setiap orang punya peran untuk berbagi," kata Amin menjelaskan. 

Di titik ini, Ramadan seperti bekerja dengan caranya sendiri, tidak selalu ramai, tidak selalu terlihat, tapi pelan-pelan membangun kesadaran.

Bahkan di tempat yang sering dianggap sebagai akhir dari banyak hal, masih ada ruang untuk memulai sesuatu yang baru.

Dan mungkin, di antara 57 orang yang menerima zakat hari itu, ada satu-dua yang mulai percaya, bahwa hidup setelah ini masih bisa diperbaiki.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp